Kusnadi : Mempersoalkan Pancasila, Sama dengan Mempersoalkan Diri Sendiri

Yovie Wicaksono - 1 June 2019
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di DPD PDI Perjuangan, Sabtu (1/6/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Hari Lahir Pancasila secara nasional diperingati tiap 1 Juni, sejak 2017. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 24 Tahun 2016 tertanggal 1 Juni 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Namun sesungguhnya, kali ini merupakan 74 tahun Pancasila.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi mengatakan, pada hakikatnya Pancasila merupakan bagian dari bangsa Indonesia itu sendiri.

“Seperti ajaran dan pidato Bung Karno, Pancasila itu pada hakikatnya bagian dari bangsa Indonesia itu sendiri. Sebagai gerak langkah, tarikan nafas, dan pandangan hidup bangsa,” ujarnya dalam upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, pada Sabtu (1/6/2019).

Kusnadi mengatakan, kini masyarakat banyak mendengar dan melihat informasi bahwa ada sebagian masyarakat Indonesia yang mempersoalkan kembali Pancasila. Baginya, mempersoalkan kembali Pancasila sama dengan mempersoalkan diri sendiri.

“Mempersoalkan kembali Pancasila, sama dengan mempersoalkan diri kita sendiri, karena pada dasarnya Pancasila itu di gali dari perilaku, nilai-nilai, dan budaya luhur bangsa Indonesia,” ujar Pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Sedangkan menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari, Pancasila yang menjadi pandangan hidup bangsa, adalah ideologi resmi negara yang harus diyakini dan dilaksanakan oleh seluruh penyelenggara negara dan masyarakat Indonesia.

“Indonesia tanpa Pancasila tidak akan pernah menjadi seperti saat ini, maka mari kita pertahankan Pancasila, amalkan nilai Pancasila mulai sila 1 hingga 5, dimana didalamnya berisi tentang tata cara kehidupan untuk bermasyarakat dan bernegara yang dipakai sebagai pedoman hidup,” ujar perempuan yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Sri Untari menegaskan, Pancasila tidak boleh hanya sebagai tempelan didinding, tetapi Pancasila harus di jiwai dan dimaknai dengan tulus ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. “Sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan jaya,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.