Tari Kolosal 1000 Barong 

Yovie Wicaksono - 14 July 2019
Pergelaran tari kolosal 1000 barong di Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (13/7/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Area lokasi wisata Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (13/7/2019), penuh sesak dengan kedatangan ribuan warga yang ingin menyaksikan pergelaran tari kolosal 1000 barong.

Wakil Bupati Kediri Masykuri mengatakan, atraksi tarian barong ini merupakan salah satu bagian pecahan dari cerita panji. Agar tetap lestari dan selalu diingat oleh masyarakat, maka pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata, menyelenggarakan tari kolosal tersebut, rutin setiap tahun.

“Ini dalam rangka, nguri-nguri budaya. Kediri sebagai pusat cerita panji, dimana cerita panji sudah menjadi Memory of the World yang diakui oleh dunia. Unesco menetapkan cerita panji menjadi warisan budaya,” ujar Masykuri.

Pelaku seni yang dilibatkan dalam pergelaran ini kurang lebih mencapai 3 ribu orang. Mereka tidak hanya berasal dari Kediri, melainkan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjadi satu dalam naungan Paguyuban Seni Jaranan Nusantara.

Selain dihibur atraksi tari kesenian barong, sebelumnya  warga juga bisa melihat sejumlah tari tradisional yang disuguhkan oleh para pelajar Kabupaten Kediri. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesepuh pelaku seni komunitas jaranan melakukan ritual doa yang ditujukan untuk kebaikan seluruh warga Kediri.

Warga yang menyaksikan pertunjukan ini, diketahui bukan hanya berasal dari kota/kabupaten Kediri melainkan juga dari daerah lain seperti Mojoagung Jombang serta Nganjuk Jawa Timur. Sepanjang jalur, yang digunakan atraksi oleh para pelaku penuh sesak dengan penonton. Mereka menyaksikan pertunjukan tersebut melalui pagar pembatas yang sebelumnya dipasang oleh pihak panitia.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wilayah Regional Dua Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi mengatakan, pihaknya sangat mendukung pergelaran acara ini. Banyaknya pelaku seni yang terlibat, termasuk komunitas seni sehingga kegiatan ini sebaliknya bisa mendukung mereka juga.

Pergelaran tari kolosal 1000 barong ini, sekaligus menjadi penutup acara rangkaian  pekan budaya 2019 yang dilaksanakan sejak 7 -13 Juli 2019. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.