Ketua DPR RI Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Yovie Wicaksono - 21 October 2021
Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti perkembangan arus globalisasi dan modernisasi yang secara tidak langsung dapat berdampak pada kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan lokal. 

Puan mengingatkan keutamaan memahami kebudayaan lokal sebagai bagian dari warisan leluhur yang apabila terinjak-injak oleh budaya asing, maka akan dengan mudah tereliminasi dari kandang sendiri.

“Pintu globalisasi saat ini terbuka begitu besar melalui kemajuan zaman dan teknologi. Jika kita ingin budaya lokal terus menjadi identitas bangsa, maka sangat penting dikenalkan pendidikan karakter berbasis budaya sejak dini agar generasi penerus bisa terus mempertahankan budayanya sendiri,” kata Puan, Kamis (21/10/2021).

Puan memandang bahwa mempertahankan kebudayaan bangsa bisa dilakukan dengan pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai budaya. Komponennya meliputi pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.

Selain itu, Puan pun mengangkat pentingnya penerapan pendidikan karakter berbasis budaya tersebut tidak hanya pada sektor edukasi formal, tetapi juga non-formal, dan informal. Dengan kata lain, bisa ditemukan pada jenjang pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP), hingga pendidikan tinggi (SMA). Kemudian, berlaku pula pada pendidikan nonformal terdiri dari  lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, sampai majelis taklim.

Puan melanjutkan, pendidikan karakter berbasis budaya ini harus didukung dengan penguatan isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, hingga penanganan atau pengelolaan mata pelajaran. Pengelolaan sekolah pun turut dilakukan, mulai dari mengadakan pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ekstrakurikuler terkait budaya, pemberdayaan sarana prasarana, sekaligus etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

“Agar tertanam kuat dan mengakar pendidikan karakter berbasis budaya perlu didukung dari berbagai aspek. Tujuan utama kita tentu terus menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan bangsa sendiri, khususnya kebudayaan daerah. Bukan hanya untuk generasi muda dan mendatang, tetapi juga orang tuanya,” ucap Politisi PDI Perjuangan itu.

Integrasi nilai-nilai kearifan budaya lokal pada karakter anak bangsa di era globalisasi seperti sekarang ini akan membuat masyarakat mampu menghadapi tantangan ketahanan budaya.

“Banyak sekali manfaat langsung yang bisa kita rasakan dari pendidikan karakter berbasis budaya ini, misalnya kemampuan melahirkan generasi bermartabat,” kata Puan.

Pada era sekarang, bukan tidak mungkin jika ada masyarakat dari berbagai lapisan sosial yang tidak mengetahui potensi budaya ada di daerahnya masing-masing. Dengan mempelajari pendidikan karakter berbasis budaya, seseorang akan bisa akan lebih peduli terhadap kebudayaan daerah di sekelilingnya dan tidak akan lagi bersikap acuh tak acuh. Lewat proses inilah akan tercipta generasi yang lebih bermartabat.

Pendidikan karakter berbasis budaya juga dapat  berperan serta dalam pembentukan karakter bangsa. Keragaman kebudayaan yang diinternalisasi akan membentuk generasi bhineka tunggal ika yang memahami toleransi dan menjaga warisan keragaman budaya dari leluhurnya.

Dari sana, identitas bangsa menjadi lebih kuat lagi. Setiap generasi menjadi lebih akrab akan bahasa ibu, makanan khas daerah, tarian daerah, lagu-lagu daerah, hingga dalam aspek kepribadian, seperti sopan santun serta tata krama berlandaskan tradisi.

“Pendidikan karakter berbasis budaya ini akan menciptakan masyarakat yang mencintai kebudayaan bangsa sendiri dibandingkan budaya asing. Penjagaan dalam melestarikan berbagai kebudayaan bangsa pun menjadi lebih kokoh,” ujar Alumnus UI itu.

Puan berharap ke depannya pendidikan karakter berbasis budaya ini bisa lumrah berlaku dalam setiap jenjang pendidikan dan semakin kuat tertanam dalam tubuh anak bangsa.

“Kita harus ingat bahwa saat ini kita bersaing dengan masuknya kebudayaan global, jangan sampai budaya Indonesia dan keragamannya terkikis,” kata Puan.

“Jangan sampai karakter masyarakat Indonesia tidak mencerminkan karakteristik budayanya yang kuat, beragam, dan penuh dengan keistimewaan. Kita merefleksikan nilai-nilai kebudayaan bangsa, gali terus dan keunggulan budaya yang ditemui sehingga membentuk kekuatan yang memperkokoh tanah Air,” imbuh Puan. (*/red) 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.