Kenalkan Kebudayaan Indonesia pada Anak Melalui Cerita Rakyat

Yovie Wicaksono - 3 September 2021
Harris Rizki Mendongeng di SD Tunas Bhakti Surabaya, Selasa (12/2/2019). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Jakarta – Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Muhammad Hasbi mengatakan bahwa mendongeng cerita rakyat bisa membantu anak berkenalan dengan kebudayaan Indonesia lewat cara yang menyenangkan. 

Cerita rakyat yang merupakan bagian dari kekayaan ragam budaya Tanah Air bisa berfungsi lebih dari sekadar hiburan untuk buah hati.

“Dalam era globalisasi kebudayaan sudah mulai terkikis, untuk membantu melestarikan budaya Indonesia, dongeng dengan berbasis cerita rakyat bisa dikenalkan sejak dini sehingga anak bisa mengenal budaya,” kata Hasbi dalam konferensi pers daring, Kamis (2/9/2021).

Melalui cerita rakyat, perkembangan kognitif anak akan berkembang karena mereka bisa mendengarkan serta memahami cerminan berbagai kebudayaan yang juga merefleksikan keunikan budaya Indonesia yang sangat beragam. Hasbi mengatakan, cerita rakyat dapat memberikan kepercayaan diri kepada anak juga pandangan hidup yang berkaitan dengan moralitas.

“Anak akan belajar mengapresiasi karya sastra dan mengembangkan kesadaran tentang kebudayaan,” ujar Hasbi.

Maka dari itu, Kemendikbudristek mendorong orang tua untuk mendongeng karena memberikan banyak manfaat bagi anak. Selain mempererat hubungan, dongeng juga bisa jadi hiburan yang mengundang tawa, serta sarana menanamkan pendidikan karakter bagi anak.

“Contohnya ketika cerita tentang tokoh baik dan tidak baik, anak diajak menanamkan perilaku yang baik dari tokoh tersebut,” jelasnya.

Dalam pendidikan anak usia dini, mendongeng merupakan bagian kegiatan dalam pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak sejak usia dini. Lewat mendongeng, buah hati diajak untuk mengembangkan kemampuan berimajinasi, meningkatkan pemahaman cerita juga menangkap pesan moral.

“Dongeng bisa jadi strategi memberi nasihat kepada anak tanpa terasa menggurui,” kata Hasbi.

Peran dongeng tak berhenti sampai situ. Anak-anak yang sering mendengar dongeng bisa menambah perbendaharaan kata, kemampuan berkomunikasi serta wawasan baru. Kemendikbudristek mendorong kegiatan mendongeng jadi bagian dari budaya literasi yang berkembang di dalam keluarga dan satuan pendidikan.

“Lewat mendongeng kita mampu membangun aktivitas yang membentuk anak kita agar mendapat rangsangan tumbuh kembang optimal,” tandasnya. (*/ant/red) 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.