KAI Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas di Perlintasan

Yovie Wicaksono - 18 September 2019
Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang dengan tema "#Kita Pasti Bisa Berdisiplin di Perlintasan". Foto : (Humas Daop 8)

SR, Surabaya – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Perhubungan dan Kereta Api, tim Humas PT KAI Daop 8 Surabaya bersama – sama dengan stakeholder dari Dishub Jatim, Dishub Kota Surabaya, Kepolisian, Jasa Raharja, BPTP Jatim, dan Komunitas Pecinta KA melaksanakan kegiatan sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang dengan tema “#Kita Pasti Bisa Berdisiplin di Perlintasan” selama 2 hari sejak 17 dan 18 September 2019.

“Sebelumnya pada 17 September 2019 kemarin, gerakan kebersamaan ini telah dilaksanakan di 3 titik lokasi perlintasan di Kota Surabaya diantaranya di perlintasan Jalan Ambengan, perlintasan Jalan Ngaglik, dan perlintasan Jalan Bungur. Kali ini, di hari kedua gerakan sosialisasi perlintasan diadakan di perlintasan yang terbentang sepanjang Jalan A. Yani – Surabaya,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto pada Rabu (18/9/2019)

Sebanyak 70 peserta dari berbagai institusi stakeholder perhubungan ikut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi kepada para pengguna jalan raya yang melintas, dengan cara membentangkan spanduk kampaye disiplin berlalu lintas, hiburan manusia robot, orasi himbauan keselamatan berlalu lintas, pembagian 1.500 pcs stiker himbauan berdisiplin berlalu lintas, 100 bendera merah putih dan 100 kuntum bunga. Diperlintasan Jalan A. Yani ini, sedikitnya setiap hari dilalui oleh 160 perjalanan KA.

“Kami dari komunitas Pecinta KA senang sekali dapat ikut dalam gerakan sosialisasi berdisiplin berlalu lintas di perlintasan ini. Saya berharap warga Kota Surabaya dapat mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, sehingga korban kecelakaan lalu lintas di perlintasan tidak ada lagi,” ujar anggota komunitas Si Puoong, Ferdy, dengan mengunakan balutan perban disekujur tubuhnya.

Pihak Humas PT KAI Daop 8 Surabaya juga selalu mengimbau melalui berbagai cara pendekatan komunikasi, salah satunya dengan menghadirkan manusia robot untuk menarik perhatian para penguna jalan raya agar memperhatikan pesan moral dari kegiatan sosialisasi ini. Animo masyarakat terhadap sosialisasi ini terbilang cukup tinggi, apalagi dengan kehadiran manusia robot, ada beberapa pengendara ikut berselfie ketika kendaraannya berhenti karena harus menunggu kereta api lewat di perlintasan.

“Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda “STOP” , tengok kiri – kanan, apabila telah yakin “AMAN”, baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda “STOP” tersebut,” ujar Suprapto.

Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan, pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain.
Kemudian mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama pada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Apabila pengguna jalan raya tidak mematuhi aturan tersebut, maka sanksi hukum yang tertera pada aturan UU No 22 tahun 2009, pasal 296, yakni hukum pidana dengan kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi keselamatan dari berbagai stake holders di Wilayah Jawa Timur, angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang diwilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dapat terus turunkan. Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya pada tahun 2017 terjadi 62 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan, kemudian tahun 2018 turun menjadi 51 kasus. Sedangkan untuk tahun 2019, dari periode 1 Januari sampai dengan 8 Mei 2019 telah terjadi 17 kasus kecelakaan.

Pentingnya pemahaman bahwa alat utama keselamatan di perlintasan adalah rambu lalu lintas, ini bisa terlihat dari data jumlah perlintasan sebidang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat total jumlah 568 titik. Dari jumlah tersebut, 164 titik ada palang pintunya serta terjaga, dan sisanya 404 titik tidak ada palang pintunya serta tidak terjaga.

“Cara yang efektif agar keselamatan pengguna jalan raya bisa terjamin ketika melintas di perlintasan sebidang, adalah dengan cara selalu berprilaku disiplin mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Semoga dengan kesadaran disiplin berlalu lintas yang tinggi dari pengguna jalan raya, angkutan mudik lebaran 2019 ini, bisa menjadi mudik dengan perjalanan yang indah dan berkesan bagi para pemudik,” tandas Suprapto. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.