Ditemukan Tempat Pemujaan dilereng Gunung Wilis 

Yovie Wicaksono - 13 August 2019
Bangunan mirip candi yang diyakini dijadikan tempat pemujaan dilereng kaki Gunung Wilis. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur,  sejak beberapa hari lalu hingga kini masih terus melaksanakan giat eskavasi terhadap struktur bangunan mirip candi yang diyakini dijadikan tempat pemujaan dilereng kaki Gunung Wilis. 

Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setiyowati mengatakan, satu tim yang dilibatkan dalam proses tahap eskavasi kali ini berjumlah 14 orang. Mereka terdiri dari juru peta, juru gambar, arkeolog, beserta anggota juru gali. Diperkirakan eskavasi ini diperlukan rentang waktu 15 hingga 20 hari. 

“Eskavasi mulai tanggal 6, nanti rencana sampai 20 hari. Tapi efektifnya mungkin 15 hari karena mereka harus menyusun laporan kembali ke kantor,” ujar Endah, pada Selasa (13/8/2019).

Eskavasi ke dua yang dilakukan saat ini  meliputi tiga tahapan kegiatan, yakni zonasi, pemetaan kemudian penggalian. 

Lokasi bangunan mirip candi ini berada didataran tinggi lereng kaki Gunung Wilis di area hutan KPH Kediri dengan jarak tempuh berjalan kaki sekitar lebih dari dua kilometer. 

Ia memperkirakan bangunan mirip candi tersebut, merupakan peninggalan jaman Kerajaan Kadiri. Dulunya tempat ini diperkirakan untuk pemujaan. Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya patung atau relief di lokasi. 

“Sementara masih dugaan aja, era masa Kadiri. Ya diperkirakan tempat pemujaan karena tidak ada relief, tidak ada patung yang ditemukan sementara ini belum ada,” imbuhnya.

Ditambahkan Endah, biasanya jika ditemukan suatu tempat pemujaan selalu ada korelasinya dengan sumber mata air atau petirtan, candi  dan sebuah gunung yang disakralkan. Masyarakat zaman dulu menganggap gunung adalah suatu tempat berkumpulnya para dewa. 

“Biasanya kalau ada tempat pemujaan, ada petirtaan, candi dan gunung yang diskralkan. Orang dulu percaya kalau gunung disitu tempat para dewa,” ujarnya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan jika tempat yang ditemukan tersebut berkaitan dengan sejarah situs Goa Selomangkleng, Goa Padedean dan Goa Selobale yang masuk dalam lokasi objek wisata. (rh/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.