Di Hadapan Ratusan Calon Pekerja Migran, Ini Pesan Kemenaker

Yovie Wicaksono - 16 August 2022

SR, Malang – Koordinator Bidang Pembinaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Yusuf Setiawan mengingatkan kembali niat para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) bekerja ke luar negeri, yakni mencari uang demi membantu perekonomian keluarga.

Maka dari itu, Yusuf meminta kepada para CPMI untuk menghilangkan niat-niat lain yang dapat mendatangkan masalah di kemudian hari saat bekerja di negara tetangga.

“Tujuan anda berangkat ke luar negeri tentu untuk mencari uang kan, maka jangan sampai cita-cita itu berubah menjadi cari suami. Karena banyak kasus yang kami jumpai itu awal mula terjadinya kekerasan pada PMI ya karena ada kecemburuan majikan terhadap PMI dengan suami majikannya,” ujar Yusuf dihadapan ratusan CPMI dalam acara Dialog Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Masa Pandemi dengan CPMI yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan bersama Perkumpulan Peduli Buruh Migran di Malang, Selasa (16/8/2022).

Ia menekankan, agar CPMI pekerja informal lebih mendekatkan dirinya kepada majikan perempuan dari pada majikan laki-laki.

Hal penting lainnya adalah kemampuan komunikasi untuk menciptakan hubungan kerja yang baik.

CPMI juga harus menghindari permasalahan yang tidak diharapkan dengan mengerjakan tugas sesuai dengan jobdesk yang telah disepakati bersama.

“Kalau house keeper ya sudah, lakukan. Kalau dimita majikan untuk mengurus bayi atau anak kecil lebih baik sampaikan dengan baik bahwa anda tidak mempunyai kapasitas disana. Karena mengurus itu tidak mudah, kalau anda melakukannya dan ternyata terjadi apa-apa dengan bayi atau anaknya maka anda yang nanti akan dipermasalahkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Penyiapan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemenaker, Endang Woro berpesan kepada CPMI agar memiliki perencanaan keuangan yang matang.

“Harus sisakan uang sebagian untuk masa depan. Setelah kembali ke Indonesia bikin usaha, jangan sampai ke Indonesia uangnya habis, lalu hutang lagi dan berangkat keluar negeri lagi. Jangan konsumtif, hura-hura,” ujarnya.

Kemudian tetap menjaga sikap dan tidak lupa dengan jati diri sebagai orang Indonesia dimanapun berada. “Meski sudah bekerja di luar negeri ya tetap dijaga bahwa anda adah orang Indonesia, jangan bersikap keluar negeri keluar negerian,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.