Penduduk Miskin di Jatim Sebanyak 4.419,10 Ribu Jiwa pada Maret 2020

Yovie Wicaksono - 15 July 2020
Ilustrasi. Foto : (Medcom.id)

SR, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat jumlah  penduduk miskin di Jawa Timur sebanyak 4.419,10 ribu jiwa (11,09 persen) pada Maret  2020. Jumlah ini bertambah sebesar 363,1 ribu jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang tercatat sebanyak 4.056,00 ribu jiwa (10,20 persen) dari total penduduk.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan mengatakan, selama periode  September 2019 – Maret 2020, persentase penduduk miskin Jawa Timur naik sebesar 0,89 poin persen, yaitu dari 10,20 persen pada September 2019 menjadi 11,09 persen pada Maret 2020.

Beberapa faktor yang terkait dengan kenaikan persentase penduduk miskin selama periode September 2019 – Maret 2020 antara lain adalah terjadi inflasi umum sebesar 1,36 persen.

Kemudian selama periode September 2019 – Maret 2020 beberapa komoditi makanan mengalami perubahan indeks harga konsumen (IHK), yaitu komoditi bawang merah mengalami kenaikan 50,64 persen, bawang putih mengalami kenaikan 48,62 persen. 

Kemudian kenaikan indeks juga terjadi pada komoditi cabai merah (28,63 persen), gula pasir (17,25 persen), telur ayam ras (16,62 persen), daging ayam ras (3,84 persen), dan minyak goreng (3,62 persen).

Dan Indeks upah buruh tanaman pangan mengalami kenaikan sebesar 2,62 persen, yaitu dari 106,10 pada September 2019 menjadi 108,88 pada Maret 2020.

“Secara umum, pada periode Maret 2011 – Maret 2020 tingkat kemiskinan di Jawa Timur mengalami penurunan, kecuali pada September 2013, Maret 2015, dan Maret 2020. Peningkatan angka kemiskinan pada September 2013 dan Maret 2015, antara lain dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM),” ujar Dadang Hardiwan dalam konferensi pers melalui video live online, Rabu (15/7/2020).

Sedangkan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar  6,77 persen naik menjadi 7,89 persen pada Maret 2020. Sementara persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada September 2019 sebesar  14,16 persen naik menjadi 14,77 persen pada Maret 2020.

Selama periode September 2019 – Maret 2020, jumlah penduduk miskin  di daerah perkotaan naik sebanyak 244,0 ribu jiwa (dari 1.438,15  ribu jiwa pada September 2019 menjadi 1.682,14 ribu jiwa pada Maret  2020). Sementara di daerah pedesaan naik sebanyak 119,1 ribu jiwa (dari 2.617,85 ribu jiwa pada September 2019 menjadi 2.736,97  ribu jiwa pada Maret 2020).

Sementara peranan  komoditi makanan terhadap  Garis Kemiskinan jauh lebih  besar dibandingkan peranan komoditi  bukan makanan. Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar 74,97 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2019 yaitu sebesar 74,91 persen.

Berdasarkan komoditas makanan, beberapa komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi yang cukup besar pada garis  kemiskinan makanan baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, gula pasir, daging ayam ras, tempe, tahu, mie instan, kopi, dan bawang merah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.