Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Begini Respon Armuji

Yovie Wicaksono - 3 July 2022
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Pemerintah pusat mulai menyosialisasikan transisi pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) menggunakan aplikasi PeduliLindungi, sejak Senin (27/6/2022).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menjelaskan, sosialisasi di Kota Pahlawan masih menunggu petunjuk teknis detail tata cara pembelian minyak goreng menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Tentu kita menginginkan semua harus dipertimbangkan dan dipersiapkan dengan matang, termasuk penjual minyak goreng juga diharapkan bisa mengakses aplikasi tersebut,” kata Armuji.

Dirinya menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM akan memberikan sosialisasi kepada pedagang beserta masyarakat. 

Ia menjelaskan, pembelian minyak goreng menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau NIK bertujuan untuk mengontrol arus minyak goreng, sehingga satu NIK maksimal hanya bisa membeli 10 liter per hari.

“Kebijakan ini menghindari terjadinya penimbunan minyak goreng, jadi arus barang bisa di kontrol,” imbuhnya.

Pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen akan dibatasi maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per harinya. Selain itu, harga minyak goreng curah tersebut sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.