Ratusan Tumpeng Sepanjang 1 Kilometer Wujud Syukur Warga Lidah Wetan

Yovie Wicaksono - 13 October 2025
Warga berdoa ke leluhur, doa lintas agama sebelum acara tumpengan di areal Makam Sawunggaling, di Lidah Wetan, Surabaya, Sabtu (11/10/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Ratusan tumpeng meriahkan rangkaian Napak Tilas Babat Alas Surabaya Sembrani Bumi Nusantara, di Lidah Wetan Surabaya, Sabtu (11/10/2025).

Seperti diketahui rangkaian kegiatan Sembrani Bumi Nusantara telah berlangsung sejak 5-12 Oktober 2025. Diwarnai Napak Tilas sejauh 9 kilometer, campursari, tumpengan massal, pagelaran seni dan budaya, lalu ditutup pagelaran wayang kulit pada Minggu (12/10/2025).

Anak-anak antusias kelilingi gunungan snack dan siap siap rebutan snack di acara tumpengan di areal Makam Sawunggaling, di Lidah Wetan, Surabaya, Sabtu (11/10/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Berpusat di area Makam Sawunggaling, kegiatan berlangsung meriah. Total ratusan tumpeng aneka macam berjajar sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Tampak warga dari anak-anak hingga dewasa tak sabar menyantap sajian sambil bercengkrama dengan sesama.

Ketua Pelaksana Tumpengan, Prayudi Imanudin mengatakan, tujuan acara sebagai rasa syukur atas berkah yang diberikan tuhan selama setahun. Acara berlangsung sejak subuh, diawali khataman quran, berdoa di punden, tahlil, dan dilanjutkan dengan tumpengan.

Warga berbagi tumpeng, makan bersama, doa bersama di areal Makam Sawunggaling, di Lidah Wetan, Surabaya, Sabtu (11/10/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Kegiatan terasa guyub. Warga-warga dari tujuh RW kompak membantu lancarnya acara.

“Kita harapkan sebagai puncak tasyakuran terhadap keberkahan yang kita terima setahun ini. Semoga yang kita lakukan bisa menjadi acuan kita di tahun selanjutnya,” ucapnya.

“Dengan adanya acara ini kita harap semoga masyarakat sekitar lebih guyub, rukun, dan untuk generasi muda kita pengennya adalah gimana kita tidak melupakan sejarah dan mengarahkan gimana kita bisa bersyukur semestinya,” sebutnya.

Ketua LPMK Lidah Wetan Andi Bocor memberi sambutan ungkapan syukur dan terima kasih atas partisipasi warga bergotong royong dan menghormati leluhur. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Kegiatan makin meriah ketika tradisi “royokan” dilakukan. Tampak anak-anak duduk mengelilingi gunungan snack sambil membawa kantong kresek. Begitu aba-aba diberikan, mereka langsung berlomba-lomba mengambil snack ke kantong masing-masing.

Salah satunya Viola Putri Zahra (7). Ia mengaku paling menunggu-ninggu tradisi royokan. Dengan sumringah ia menunjukan tas nya yang penuh dengan hasil gunungan. “Suka, paling nunggu yang ini daritadi. Tiap tahun ikut, semoga acaranya ada terus-terusan,” sebutnya.

Sementara itu, Pengurus Paguyuban Raden Sawunggaling, Tulus Warsito turut mendukung acara tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut telah sejalan dengan mimpi para pendahulu. Terus melestarikan sejarah budaya lokal ke anak cucu.

“Untuk izin ke punden juga kita lakukan. Harapannya semoga ini tetap berlangsung ke anak cucu. Ini adalah kegiatan yang sangat baik untuk dilakukan, mulai gotong royong terus keguyuban, saling kenal antara warga satu dan warga lainnya,” tuturnya. (hk/red)

 

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.