Ramai Curhatan Warga Surabaya Ceritakan Kebaikan Adi Sutarwijono
SR, Surabaya – DPC PDI Perjuangan Surabaya mengungkapkan duka cita mendalam atas meninggalnya mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono.
Ditemui di Grand Heaven Surabaya, Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Surabaya Eri Irawan memberi sambutan terakhir sebelum mendiang berangkat ke pemakaman.
Eri menyebut, setelah dikabarkan berpulang pada Selasa (10/2/2026) malam, whatsApp kantor DPC tak pernah sepi. Banyak warga menyampaikan duka cita sekaligus kenangan baik semasa mendiang hidup.
Salah satunya, seorang ibu di Rungkut yang telfon sambil menangis. Tak percaya sosok yang menjadi pahlawannya telah berpulang. Ada pula warga yang bercerita, berkat Adi (sapaan akrab Adi Sutarwijono) dirinya bisa menjalani operasi usus buntu tanpa pusing memikirkan biaya.
“Ada seorang ibu di Rungkut telfon saya menangis karena tanpa bantuan almarhum, anaknya sudah tidak bisa sekolah. Ada juga warga yang dibantu operasi usus buntu, banyak sekali kebaikan beliau,” ucapnya.
Kehilangan Adi, bagi Eri, bukan hal yang mudah. Namun teladannya akan menjadi semangat mereka untuk memberi yang terbaik ke masyarakat. “Saya jadi saksi hidup, pak Adi itu hampir 24 jam tidak ada waktu untuk diri sendiri, mengurusi masyarakat. Semoga teladan dari beliau bisa diteruskan, upah beliau sangat besar di surga,” ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya Agatha Retnosari. Baginya, Ketua DPRD Surabaya itu adalah pribadi yang sabar. Jarang menceritakan kesulitannya, dan jarang mengatakan tidak ketika dimintai tolong.
Bahkan, lanjutnya, saking banyaknya orang yang ingin bertamu, rasanya seperti bertemu dokter yang harus antre panjang. “Saya juga belajar soal revolusioner dari beliau. Dan saya merasa sangat terbantu, beliau adalah sosok yang tidak pernah mengatakan tidak,” jelasnya.
“Pak Adi itu orang yang sangat sabar, jadi kadang sering kita berdebat karena kita punya pandangan yang berbeda. Kesabarannya sangat luar biasa,” imbuhnya.
Tak hanya Surabaya, kebaikan Adi juga dirasakan pengurus DPD Perjuangan Jatim. Salah satunya Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial, Sulistyorini yang mengaku beberapa kali dibantu oleh mendiang.
“Mas Awi 100 persen untuk Surabaya dan partai. Bahkan keluhan warga, diantaranya saya saat mendapat kesulitan terkait pelayanan pemkot, saat menghubungi pak awi hanya beberapa saat langsung selesai,” terangnya.
Rini pun mengucapkan belasungkawa mendalam. Menurutnya Awi adalah pejuang sejati yang tulus bekerja untuk masyarakat. “Pak awi adalah sosok pejuang untuk kita dan sudah bergerak sebelum reformasi bersama kita, tapi yang utama adalah mas Awi adalah milik masyarakat surabaya,” ucapnya. (hk/red)
Tags: Adi Sutarwijono, ketua dprd, pdip, superradio.id, surabaya, wafat
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





