Ingin Bertemu Jokowi, Tukang Tambal Ban Jalan Mundur

Yovie Wicaksono - 20 July 2019
Medi Bastoni (43), pria asal Tulunganggung, Jawa Timur, nekat Menempuh Perjalanan Jauh ke Jakarta untuk Bertemu Presiden Joko Widodo. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Medi Bastoni (43), pria asal Tulungagung, Jawa Timur, nekat menempuh perjalanan jauh ke Jakarta dengan berjalan kaki secara mundur untuk mengikuti upacara hari kemerdekaan 17 Agustus 2019 di Istana Negara.

Pria lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini, juga berharap bisa bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Jika diijinkan bertemu, saya ingin diberikan bibit tanaman oleh Presiden. Jika nanti diberikan, saya memiliki rencana menanam di Lereng kaki Gunung Wilis sebegai simbol kepedulian sekaligus edukasi pentingnya merawat dan menjaga kelestarian hutan,” ujar Medi di Kediri, Jumat (19/7/2019) malam.

Start perjalanan Medi dimulai dari Pendopo Kabupaten Tulungagung. Ia berjalan mundur menyusuri sepanjang jalur Provinsi Tulunganggung dan sampai di Kediri pada malam hari.

Jalan mundur sengaja dipilih sebagai simbol, bahwa warga negara Indonesia harus menengok sejenak  ke belakang, untuk mengingat dan menghargai jasa perjuangan para pahlawan

” Kita ambil filosofi, kita melihat sejenak ke belakang mengingat jasa para Pahlawan yang telah memperjuangkan negara Indonesia sekian majunya ini, dan mengapresiasi Pemerintahan Jokowi,” terangnya.

Saat berjalan mundur, Medi sengaja melengkapi dirinya dengan kaca spion yang ditempatkan di depan wajahnya sambil membawa lampu penerang lalu lintas. Medi hanya memakai sepasang sandal dan membawa tas ransel berisi kelengkapan pakaian.

Meski berbahaya bagi keselamatan, pihak keluarga mendukung apa yang dilakukan Medi. Sebelum berangkat menempuh perjalanan, Medi juga menerima bantuan dari para sahabatnya yang ada di desa. Bantuan itu diberikan sebagai wujud motivasi dukungan secara penuh terhadap upaya yang sudah dilakukan saat ini.

Medi mengatakan, sebelumnya dirinya pernah berulang kali  melakukan jalan mundur dengan rute dan daerah yang berbeda. ” Di Tulungagung yang rute pendek pendek sering kali, kemarin dari Desa Dono ke puncak Wilis pada tahun 2018,” kata pria yang berprofesi sebagai tukang tambal ban ini.

Selain itu, pada tahun 2016, ia juga pernah melakukan hal yang sama, berjalan mundur tujuannya ke Kalimantan.

Sekedar informasi, selepas dari Kediri, Medi melanjutkan perjalanan menuju Nganjuk, Ngawi dan menuju ke jalur Pantura hingga tiba di Jakarta. Ia mengestimasi perjalanan menuju ke Ibu Kota memerlukan waktu kurang lebih 40 hari.

Meski begitu, Medi berusaha secepatnya agar sampai ke Jakarta dalam rentang waktu satu bulan

” Sekitar 40 hari, kalau bisa ya diusahakan satu bulan. Kalau ini masih tahap penyesuaian mas, masih agak capek dan sering istirahat. Tapi kalau sudah tiga hari sudah terkontrol,” pungkas pria yang memiliki jiwa pencinta alam ini. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.