Desa Kupang Kecamatan Curahdami Bondowoso Tetapkan Pendataan SDGs Tepat Waktu

Yovie Wicaksono - 29 May 2021
Kepala Desa Kupang Kecamatan Curahdami Abdul Fatah (berkopiah putih dan bersarung merah) saat memberikan sambutan dalam Musdes Penetapan Pendataan Desa berbasis SDGs bertempat di Aula Balai Desa setempat. Foto : (Super Radio/Fransiscus Wawan)

SR, Bondowoso – Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Bondowoso menetapkan hasil pemutakhiran data berbasis Sustainable Development Goals Desa (SDGs Desa) pada Jumat (28/5/2021), berdasarkan hasil rekapitulasi yang dihimpun oleh ketua Kelompok Kerja (Pokja)  relawan pendataan desa. 

Penetapan tersebut, melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung di Aula Balai Desa setempat, langsung dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Abdul Mukit yang juga dihadiri oleh Kepala Desa Kupang, Abdul Fatah. 

Musdes ini juga dihadiri oleh pokja pendataan SDGs Desa yang berjumlah 14 orang, terdiri dari perwakilan pemerintahan desa dan juga tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat. Hadir pula Pendamping Desa Profesional (PDP) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) dari Kementerian Desa PDTT.

Ketua BPD, Abdul Mukit dalam Musdes tersebut menetapkan hasil pendataan desa, 576 jumlah pendataan Kepala Keluarga, 1667 pendataan Individu, 6 RT dan 3 RW. Semua hasil pendataan SDGs Desa tersebut tertuang dalam Berita Acara Hasil Pendataan SDGs Desa Kupang.

“Nantinya berita acara penandatanganan hasil pendataan SDGs Desa Kupang ini akan dikirim oleh teman-teman Pendamping Desa ke Kementerian Desa, sebagai bukti kita sudah melaksanakan pendataan SDGs,” ujar Abdul Mukit.

Kepala Desa Kupang, Abdul Fatah dalam kata sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Kementerian Desa melalui Pendamping Desa yang bertugas di sana, begitu juga dengan ketua dan anggota Pokja pendataan SDGs desa yang sudah bekerja siang dan malam untuk mensukseskan pendataan.

“Pendataan SDGs Desa ini sangat berguna bagi desa kami, karena dengan pendataan ini kami kedepan bisa menentukan skala prioritas pembangunan desa. Dengan pendataan ini, desa kami memiliki basis data desa, yang selama ini belum kami miliki,” ujarnya.

Sementara itu, Pendamping Desa Profesional Kecamatan Curahdami, Jamaluddin menyampaikan, dengan Musdes penetapan hasil pendataan desa berbasis SDGs ini, maka hasil pendataan akan memiliki landasan kuat sebagai data resmi desa yang dapat dipertanggungjawabkan secara BNBA (By Name By Address).

“Hasil pengolahan data SDGs Desa yang ditetapkan Musdes dapat dilihat oleh pemerintah desa secara detail, dan rekapnya dapat dilihat oleh pemerintah daerah pada level kecamatan, kabupaten dan provinsi, serta masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Didik Kurniawan yang juga Pendamping Desa Profesional Kecamatan Curahdami, bahwa pendataan SDGs desa ini sudah selesai 100 persen baik secara online maupun offline sejak Rabu 26 Mei 2021 kemarin dan ditetapkan Jumat 28 Mei 2021. (wan/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.