BMKG Juanda Rilis Peringatan Dini Angin Kencang di 38 Wilayah Jatim

Rudy Hartono - 14 September 2026
Pohon sono kembang tumbang dan melintang di Jalan Raya Tebel, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (12/9), saat angin kencang melanda wilayah tersebut, Minggu (13/9/2026) (net)

SR, Sidoarjo – BMKG mengimbau masyarakat di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, mewaspadai angin kencang yang berpotensi terjadi hingga 14 September 2026. Kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 48 kilometer per jam, jauh di atas kondisi normal yang umumnya berkisar 10-20 kilometer per jam.

Angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Magetan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Lumajang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, dan Pacitan.

Potensi serupa juga terdapat di Kota Batu, Kediri, Pasuruan, Malang, Mojokerto, Blitar, Probolinggo, Surabaya, dan Madiun.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan bahwa penguatan angin dipicu perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara wilayah Australia dan sekitar ekuator.

“Perbedaan tekanan udara ini mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju wilayah Pulau Jawa, khususnya wilayah Jawa Timur,” kata Taufiq saat ditemui di Kantor BMKG Juanda, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (13/9/2026).

Menurut Taufiq, kondisi tersebut masih berpotensi berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan. Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai lokasi yang rawan pohon tumbang, baliho roboh, dan material bangunan jatuh.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon rindang, baliho, maupun bangunan yang rapuh,” ujar Taufiq.

Pengendara sepeda motor dan pengguna jalan di jalan tol atau jembatan terbuka, termasuk Jembatan Suramadu, juga diminta berhati-hati terhadap dorongan angin dari samping.

BMKG turut mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah karena angin kencang dapat membuat api cepat menyebar. Pekerja proyek di gedung tinggi juga disarankan menghentikan sementara pekerjaan di luar ruangan ketika angin bertiup kencang.

“Nelayan dan pengguna perahu kecil diminta memerhatikan kondisi perairan dan menunda melaut apabila dinilai tidak aman,” kata Taufiq.

Taufiq menegaskan, peningkatan kecepatan angin tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya potensi puting beliung.

Menurut dia, Jawa Timur saat ini masih berada pada puncak musim kemarau dengan kondisi cuaca yang dominan cerah berawan.

“Puting beliung hanya bisa terjadi dari awan jenis Cumulonimbus. Jika tidak ada pertumbuhan awan Cumulonimbus, puting beliung juga tidak berpotensi terbentuk,” pungkas Taufiq. (*/red)

 

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.