Tabrakan Maut, 7 Pekerja Migran Indonesia Meninggal di Sarawak Malaysia

Rudy Hartono - 26 November 2024
superradio.id, kecelakaan maut, Sarawak, Malaysia, pmi, warga NTB

SR, Jakarta – Sebuah kecelakaan maut antar mobil terjadi di Jalan Betong, Sarikei, Meradong, Sarawak, Malaysia, pada Kamis (21/11/2024). Dalam insiden tersebut, delapan orang dilaporkan tewas, di mana tujuh di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Raden Sigit Witjaksono, menyatakan bahwa pihaknya telah menangani peristiwa ini dengan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Sarawak. “Kami masih mencari keluarga para korban,” ungkap Sigit dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (23/11/2024).

Ketujuh korban berasal dari Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yakni Masirah, Sarapudin, Agus Muliadi, Suandi Putra Kedaro, Jumahir, Rumintang, dan Ridoan. Mereka WNI yang berencana untuk menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Para PMI tersebut berangkat pada 20 November 2024 dengan rute Lombok-Surabaya-Pontianak menggunakan pesawat. Setibanya di Pontianak, mereka dijemput oleh sponsor / agency untuk menuju ke Malaysia menggunakan Perodua Alza, kendaraan roda 4.

Di simpang Jalan Jakar, Serawak, mobil polisi yang sedang berpatroli melihat mobil Perodua Alza yang mencurigakan bahwa asuransi kendaraan tersebut telah kedaluwarsa. Polisi setempat  meminta pengemudi untuk berhenti. Namun, mobil itu malah melarikan diri dan pengemudi nekat memacu kendaraan ke jalur berlawanan, membawa mobil melaju melawan arus.

Mobil polisi pun mengejar mereka sambil membunyikan sirene peringatan untuk menghentikan kendaraan. Ketika mobil Perodua Alza mencapai Jembatan Sungai Nyelong di Jalan Raya Pan Borneo, mobil itu lantas bertabrakan dengan kendaraan roda empat Toyota Hilux, yang membawa dua penumpang. Kecelakaan terjadi pada pukul 15.15 waktu setempat.

“Pihak berwenang menyatakan, kecelakaan ini berawal dari kelalaian pengemudi Perodua Alza yang melawan arus dan melarikan diri dari petugas, meskipun sudah diberikan peringatan,” jelas Sigit.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching pun saat ini berupaya membantu pemulangan ketujuh jenazah WNI. Bantuan tersebut diberikan setelah keluarga korban menginginkannya namun terkendala biaya

Atas dasar ini, KJRI Kuching saat ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengupayakan pemulangan jenazah para WNI.  (*/ant/net/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.