Meski Tanpa Promosi, Patung Buddha Tidur Tetap Jadi Idola
SR, Mojokerto – Ribuan pengunjung memadati kawasan Patung Buddha Tidur di Kabupaten Mojokerto pada libur Tahun Baru 2026.
Pandhita Rama Dharmapala Saryono mengatakan, dalam sehari total ada 1000 pengunjung pada 1 Januari 2026. Meski mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, magnet Buddha Tidur tetap menarik minat pengunjung untuk datang.
“Dua tahun lalu jumlah pengunjung bisa mencapai 3000 orang. Sedangkan , saat tahun baru ini, hanya 1000 orang yang datang,” ujar pria yang juga sebagai pengelola Maha Vihara Mojopahit ini.
Membludaknya pengunjung, membuat para petugas bagian pintu masuk kewalahan hingga membuat pengurus setempat saling membantu.
“Petugas pintu masuk merasa kewalahan karena banyaknya pengunjung yang datang, sehingga terdapat bantuan dari pengurus yayasan untuk mempercepat proses administrasi. Tarif yang dikenakan bukanlah tarif untuk masuk wisata, melainkan tarif untuk donasi sebagai biaya kebersihan di tempat tersebut,” jelas pria yang juga ketua pengurus gamelan Buddha Tidur.
Pengunjung yang datang ke Buddha Tidur tidak hanya dari wilayah Mojokerto saja, melainkan dari luar kota seperti Surabaya, Bali, Jogja bahkan dari luar negeri.
Dini, salah satu pengunjung yang ditemui Super Radio mengaku tertarik untuk datang ke Buddha Tidur. Selain mengenal tentang Budha, perempuan berusia 19 tahun menyebut Buddha Tidur sebagai miniatur Indonesia yang digambarkan di tempat ini.
“Saya dulu pernah kesini waktu TK untuk pengenalan peninggalan sejarah disini, memberi makan ikan dan burung. Saya ingin mengenang waktu itu, jadi saya datang kesini”, ujar perempuan berusia 19 tahun ini.
Di sisi lain, Buddha Tidur yang merupakan patung Buddha terbesar di Indonesia ini, para pengurusnya tidak pernah melakukan promosi khusus. Mereka yang datang ke tempat ini, sebagian adalah informasi dari mulut ke mulut.
“Pengurus tidak pernah melakukan promosi dan tidak memiliki sosial media seperti tempat ibadah kebanyakan. Apabila ada yang postingan terkait Budha tidur ini, biasanya postingan pribadi,” ungkap Rama Saryono.
Sekadar informasi, kawasan Buddha Tidur ini buka setiap hari pada 07.30 – 17.00 WIB. Mereka menerapkan biaya donasi/kebersihan sebesar Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.
“Biaya ini bukan tiket masuk, melainkan donasi untuk perawatan dan kebersihan di kawasan Buddha Tidur,”pungkas Rama Saryono. (fa/red)
Tags: Budha Tidur Mojokerto, Libur Tahun Baru, Maha Vihara Mojopahit, Patung Budha, Wisata Mojokerto
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





