Peran Lingkungan dalam Mencegah Bunuh Diri

Yovie Wicaksono - 25 November 2019
Ilustrasi

SR, Surabaya – Penting bagi masyarakat untuk peka terlebih dahulu terhadap kemungkinan gejala-gejala bunuh diri kepada orang disekitarnya sebagai langkah pencegahan (preventif).

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Michael Seno Rahardanto mengatakan, seseorang yang akan melakukan bunuh diri hampir selalu akan berbicara atau mengeluarkan celetukan yang berkaitan dengan kematian.

“Kalau memang kita sudah peka dengan kemungkinan bunuh diri, maka jangan ragu untuk menanyakan apakah dia sedang memiliki masalah, bahkan tanyakan apakah mereka memiliki keinginan bunuh diri,” ujarnya kepada Super Radio pada Senin (25/11/2019).

Ia menambahkan, terkadang seseorang takut untuk menanyakan hal tersebut karena dianggap memberikan gagasan bunuh diri, tapi itu tidak. Gagasan keinginan bunuh diri itu ada dari dirinya sendiri bukan gagasan dari orang lain.

“Malah mereka sering kali merasa sangat lega kalau ada yang berani menanyakan dan menganggap itu tema yang cukup berharga untuk didengarkan, karena sebenarnya mereka sendiri juga takut untuk mengatakan gagasan tersebut,” imbuh pria yang akrab disapa Danto ini.

Danto mengatakan, jika seseorang tersebut berani mengatakannya, terlepas jawabannya iya atau tidak untuk bunuh diri, itu menjadi kesempatan untuk berbicara dengannya karena dibalik itu ada rasa sakit dan sebagai langkah awal, maka biarkan mereka bercerita terlebih dahulu.

“Kalau dia jawab tidak dan itu hanya bercanda, tugas kita adalah mengingatkan bahwa hal tersebut tidak pantas untuk dijadikan bahan bercanda. Kemudian pastikan lagi, kalau jawabannya iya kita akan serius mendengarkannya,” ujarnya.

Kemudian, saat merasa kecenderungan bunuh diri itu sudah menjadi obsesi, maka sebaiknya meminta bantuan tenaga professional.

“Tapi minimal kita bisa menjaga dulu, menjauhkan mereka dari alat dan kesempatan. Karena bunuh diri itu juga suatu tindakan yang impulsive, meskipun niatnya ada kalau alat atau sarananya tidak ada maka tidak akan terlaksana,” katanya.

Begitupun sebaliknya, mungkin niat bunuh diri belum ada 100 persen, tapi ketika alat dan kesempatan ada, terkadang niatnya bisa melonjak cepat sekali. Maka sebaiknya didampingi dulu selama 24 jam, diawasi dan dijauhkan dari benda-benda berbahaya (gunting, tali, korek, obat-obatan, dan sebagainya).

“Lama proses pendampingan tiap orang tidak bisa di prediksi, karena setiap orang tidak sama dan tergantung juga bobot masalahnya,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.