82 Perjalanan KA Dibatalkan Akibat Tanggul Jebol di Pekalongan
SR, Surabaya – PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) membatalkan 82 perjalanan kereta penumpang di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang akibat banjir yang merendam jalur rel di Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara itu dari Daop 8 terdapat 7 perjalanan KA juga dibatalkan.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan Pembatalan tersebut terdiri dari 4 kereta api keberangkatan Stasiun Surabaya Pasarturi, 1 kereta api keberangkatan Stasiun Malang, serta 2 kereta api yang melintas wilayah Daop 8 Surabaya. Pembatalan dilakukan karena rangkaian kereta harus menunggu kedatangan dari perjalanan sebelumnya guna memastikan kesiapan sarana dan aspek keselamatan.
Dampak pembatalan perjalanan ini juga berpengaruh pada pelanggan. Berdasarkan data pukul 11.00 WIB, tercatat 1.736 penumpang telah membatalkan tiket di wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan terdampak.
Pengembalian dapat dilakukan maksimal 7 hari sejak jadwal keberangkatan, baik melalui loket stasiun maupun Contact Center 121. Mahendro menambahkan, KAI terus menurunkan petugas prasarana ke lokasi terdampak untuk melakukan normalisasi jalur.
Akibat Cuaca Ekstrem
Sementara itu Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama terjadinya banjir yang merendam jalur rel, diperparah tanggul jebol dan kondisi air pasang.
“Memang cuaca ekstrem akhir-akhir ini dalam 2-3 hari ini menyebabkan pembatalan, keterlambatan di perjalanan kereta kita. Jadi yang terdampak itu ada 82 kereta penumpang, kemudian ada 16 kereta barang yang terdampak pembatalan, dan kemudian juga ada sekitar 76 kereta yang mengalami keterlambatan,” ujar Bobby, Minggu (18/1/2026).
Dilansir dari Antara, Bobby menjelaskan, gangguan awal terjadi di kilometer 88+4/8, di antara Stasiun Kaliwungu, Stasiun Kalibodri. Pada Sabtu (17/1/2026), KAI telah melakukan operasi pemulihan dengan mengangkat rel dan menebarkan sekitar 105 meter kubik balas agar jalur kembali dapat dilewati.
Namun, pada malam hari di tanggal yang sama, kondisi kembali memburuk akibat luapan dua sungai yang mengapit jalur rel di kilometer 88+900 hingga 89+100, di lintas antara Stasiun Pekalongan dan Sragi.
Menurutnya, banjir kali ini dipicu oleh jebolnya tanggul yang terjadi bersamaan dengan pasang air laut, sehingga aliran air dari hulu tidak cepat surut dan menggenangi jalur rel. Ia menyampaikan bahwa kejadian tersebut sebelumnya belum pernah terjadi di wilayah Pekalongan.
Menurut Bobby, selama ini aliran air dari wilayah atas dengan curah hujan tinggi biasanya dapat mengalir dengan cepat menuju laut, terlebih aliran sungai juga telah difasilitasi dengan baik
“Tapi kali ini itu adalah bertepatan dengan ada tanggul yang jebol dan juga air pasang terjadi. Pasang terjadi juga sehingga air luncuran air dari atas itu tidak cepat bisa turun ke bawah,” jelasnya.
Saat ini, jalur rel yang terdampak sudah dapat dilalui kembali, meski masih diberlakukan pembatasan kecepatan demi keselamatan perjalanan. “Pada saat ini kami sudah melakukan operation recovery di jalur itu dan sampai saat ini memang sudah bisa dilewati, ya, walaupun dengan pembatasan kecepatan,” kata Bobby. (*/ant/red)
Tags: batal berangkat, daop 8, kai, kereta api, pekalongan, superradio.id, Tanggul Jebol
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





