Ritus Negeri Celeng, Ambisi dan Kerakusan Manusia Modern

Rudy Hartono - 19 May 2025
Teatrikal “Ritus Negeri Celeng” tampilkan aneka watak dan ekspresi masyarakat celeng terdiri atas celeng dewasa, anak, jantan, dan betina, cerminan kehidupan manusia modern di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Kamis (15/5/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Pertunjukan kolaborasi Wisma Jerman bersama Dimar Dance Theatre dan SMKN 12 Surabaya sukses menghipnotis para penonton yang hadir di gedung Cak Durasim, Kamis (15/5/2025) malam.

Bertajuk Ritus Negeri Celeng, para penari menampilkan pertunjukan epik, berisi kisah negeri celeng yang juga kritik sosial pada kehidupan manusia yang merasa rakus dan superior dari mahluk lainnya.

Salah satu adegan konflik dan perebutan dalam kehidupan di negeri celeng dalam teatrikal di Gedung Cak Durasim, Kamis (15/5/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Pertunjukan diawali dengan tarian pembuka oleh SMKN 12 Surabaya dan dillanjut ke tari musikal. Emosi penonton pun dibuat seperti roller coaster. Sedih, gelak tawa, hingga tepuk tangan di akhir pentas menggema selama pertunjukan.

Founder Dimar Dance Theatre Dian Nova Saputra menjelaskan, konsep celeng sengaja dipilih sebagai ekspresi atas fenomena saat ini. “Kita ambil dari sisi lainnya, dewasanya celeng menunjukkan kalau manusia juga gak lebih baik dari celeng,” ujarnya.

Siswa-siswi SMKN 12 Surabaya menari remo sebagai awal dibukanya teatrikal “Ritus Negeri Celeng” di Gedung Cak Durasim, Kamis (15/5/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Pria yang akrab disapa Dian Bokir itu pun berterima kasih kepada Wisma Jerman yang sudah mendukung seniman untuk terus berkarya. “Terima kasih wisma jerman ini kali kedua kita kolaborasi. Semoga kesenian ini akan terus berkembang dan maju di kancah nasional maupun internasional, seniman makin dihargai,” ujarnya.

Direktur Wisma Jerman Mike Neuber (tengah belakang paling tinggi), Kepala UPT Taman Budaya Jatim, dan perwakilan Disbudpar berfoto bersama seluruh pemain teatrikal hasil kolaborasi SMKN 12 Surabaya, Wisma Jerman, dan Dimar Dance Theatre, di Gedung Cak Durasim, Kamis (15/5/2025) malam. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

Atas hal ini Direktur Wisma Jerman Mike Neuber turut mengungkapkan apresiasinya. Ia menyebut tujuan acara  untuk memberi pengalaman berbeda. Pihaknya ingin seni kontemporer dan tradisional beriringan, menciptakan sesuatu yang istimewa untuk Kota Pahlawan.

Terlebih Wisma Jerman selalu terbuka pada tiap potensi yang ada. Pihaknya pun senang bisa menjadi wadah ekspresi kesenian yang mewarnai Surabaya. Ia pun berterima kasih pada semua pihak yang terlibat. Termasuk UPT Taman Budaya Jatim hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

“Tujuannya untuk memberi sesuatu yang beda. Tidak hanya tari tradisional tapi juga pengaruh kontemporer dan internasional dan kami ingin membawa sesuatu seni yang istimewa,” tuturnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.