Bulog Jatim: Ramadan hingga 14 Bulan Mendatang Stok Beras Aman

Rudy Hartono - 28 January 2026
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, bagikan paket beras bagi pengemudi ojek online pada Hari Jaminan Ketahanan Pangan di Gedung Pertemuan Bulog Jawa Timur, Selasa (27/1/2026). (sumber: infokom jatim)

SR, Surabaya – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan ketersediaan pangan pokok di wilayah Jawa Timur dalam kondisi sangat aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, dalam kegiatan Hajatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan berupa pembagian paket beras bagi pengemudi ojek online, yang digelar di Gedung Pertemuan Bulog Jawa Timur, Selasa (27/1/2026).

Langgeng menjelaskan, saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog Jawa Timur mencapai sekitar 796.000 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga 14 bulan ke depan. “Dalam rangka kesiapan menghadapi Ramadan dan Idulfitri, kami memastikan stok pangan di Jawa Timur sangat aman. Stok CBP Bulog Jawa Timur saat ini sekitar 796 ribu ton dan cukup untuk kebutuhan hingga 14 bulan,” ujar Langgeng.

Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Jawa Timur juga telah mulai melakukan penyerapan hasil panen petani sejak 17 Januari 2026 di seluruh wilayah Jawa Timur. Hingga saat ini, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 17.000 ton setara beras, dengan penyerapan gabah kering panen (GKP/BKP) sekitar 34.000 ton.

Tidak hanya beras, penyerapan komoditas jagung juga telah berjalan dengan capaian hampir 4.000 ton. Langgeng menilai, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor peternakan serta mendukung stabilitas pasokan pakan ternak di Jawa Timur. “Dengan penyerapan jagung yang mulai berjalan, kami berharap dapat membantu sektor peternakan sekaligus mendukung pengendalian inflasi pangan di Jawa Timur pada tahun 2026 agar lebih baik,” katanya.

Langgeng menegaskan, dengan kondisi stok dan penyerapan tersebut, ketersediaan pangan pokok di Jawa Timur dipastikan sangat mencukupi. Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog Jawa Timur terus melakukan koordinasi intensif dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Koordinasi tersebut antara lain dilakukan melalui pemantauan harga secara rutin setiap hari Kamis dalam forum koordinasi daring. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, harga kebutuhan pokok di Jawa Timur terpantau stabil dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, Langgeng menyampaikan bahwa sesuai kebijakan terbaru Kementerian Perdagangan, Jawa Timur memperoleh alokasi distribusi sekitar 35 persen dari kuota nasional atau setara dengan 28 juta liter. Distribusi minyak goreng tersebut saat ini telah berjalan dengan baik dan merata di hampir seluruh kabupaten/kota. “Penyaluran minyak goreng dilakukan langsung hingga ke tingkat pengecer, terutama di pasar-pasar, sehingga harga di pasaran tetap stabil dan terjangkau masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan Hajatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan ini, Bulog Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengendalian inflasi serta memperkuat ketahanan pangan daerah menjelang hari besar keagamaan.  (*/red)

 

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.