Tren Gowes, Whisnu Tekankan Protokol Kesehatan

Yovie Wicaksono - 3 July 2020
Gowes Menjadi Tradisi Baru di Surabaya, Setiap Malam. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Dimasa menuju kenormalan baru (new normal), bersepeda atau gowes menjadi tren di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Surabaya. Tak hanya dilakukan di pagi hari saat akhir pekan, kini gowes di malam hari banyak dilakukan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan, melakukan aktivitas olah raga apapun saat ini, termasuk gowes harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Masa ini kan sebenarnya masa transisi, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dilepas itu bukan terus kembali normal seperti semula, tapi betul-betul masa transisi untuk menuju new normal. Artinya penerapan protokol kesehatan harus betul kita terapkan,” katanya, Kamis malam (2/7/2020).

“Misalkan kalau bersepeda, ya kita tidak melarang orang untuk berolah raga, tapi kalau bersepeda ya tetap bawa masker. Mungkin saat bersepeda tidak pakai masker karena lagi berolah raga. Tapi setelah berhenti ya tetap pakai masker,” lanjutnya.

Whisnu juga mengingatkan para pesepeda tidak bergerombol dan tetap jaga jarak. Kemudian membawa hand sanitizer apabila tidak ada tempat cuci tangan. Di tengah situasi saat ini, ditegaskan pentingnya menjaga diri dan tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona (Covid-19).

“Track sepeda sudah kita buatkan di jalan-jalan besar. Mereka boleh melakukan itu, kapanpun. Tapi ya itu tadi, yang kita tekankan adalah tetap menerapkan protokol kesehatan. Jangan terus jadi tidak waspada, kondisi ini justru kita harus tetap menjaga diri dan juga mematuhi segala protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh gugus tugas. Itu yang paling penting sebenarnya,” tandasnya.

Pemerintah Kota Surabaya juga akan melakukan pemantauan terkait kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi.

“Kita pantau terus kondisi di lapangan, bagi yang melanggar akan kita kenakan sanksi sampai pencabutan KTP dan sebagainya, dan mereka juga harus kita tahan di Liponsos karena itu biar ada efek jera untuk masyarakat Surabaya,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini dengan diberlakukan sanksi tersebut, terlihat perubahan di masyarakat, artinya pelanggaran-pelanggaran itu sudah mulai berkurang. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.