Terkait Tumpukan Sampah yang Menggunung, Ini Kata Pengelola Terminal Purabaya

Yovie Wicaksono - 23 February 2024
Sebuah bus melintas di sebelah gunungan sampah yang berada di bagian belakang parkir bus Terminal Purabaya, Jumat (23/2/2024). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Tumpukan sampah setinggi kurang lebih 160 centimeter terlihat di bagian belakang parkir bus Terminal Purabaya. Sampah-sampah ini pun sampai memakan setengah jalan di area perlintasan bus yang menuju pintu keluar di Jalan Ahmad Yani.

Aini, salah satu penumpang bus yang memarkirkan kendaraan roda duanya di area itu pun mengaku terganggu dengan aroma tak sedap yang berasal dari gunungan sampah tersebut. Meski telah menggunakan masker, ia berusaha menghalau bau sampah dengan hijab dan tangannya.

“Biasa kalau mau naik bus memang parkir motornya di sini biar dekat, tapi kali ini terganggu dengan bau sampahnya, jadi kumuh sekali, melewati sampah-sampah yang tercecer juga,” katanya, Jumat (23/2/2024).

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Purabaya Ahmad Badik menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang, terlebih beberapa waktu sebelumnya pengunjung juga dibuat tidak nyaman lantaran area terminal yang tergenang banjir, kali ini soal gunungan sampah di area belakang Terminal Tipe A ini.

Badik menyebut, hari ini pihaknya melakukan penyemprotan untuk mengurangi bau yang ditimbulkan akibat tumpukan sampah di area terminal itu.

“Pertama, kami fokus mengurangi polusi baunya, dimana hari ini kita lakukan penyemprotan ecolindi yang bisa mengurangi polusi bau sampahnya,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo untuk proses pembersihan yang akan dilaksanakan pada minggu depan.

“Minggu depan mulai hari Rabu dan Kamis kita clean up dulu yang penumpukan. Hasil koordinasi dengan DLHK, sebanyak 50 truk akan dikerahkan dalam proses pembersihan sampah,” kata Badik.

Mengingat kali ini masih di musim penghujan, sedangkan proses pembersihan sampah baru dilakukan minggu depan, Badik memastikan telah melakukan normalisasi saluran air di kawasan terminal, utamanya di area tumpukan sampah.

Ia juga menjelaskan, keberadaan TPS tersebut pada mulanya dipergunakan untuk kebersihan di dalam area terminal, namun warga sekitar juga membuang sampahnya di sana.

“Persentase sampah dari terminal kemungkinan sekitar 30-40 persen, paling banyak memang dari warga sekitar dan ada beberapa usaha di sekitar terminal yang ternyata setelah kami telusuri memang mereka buang sampahnya di dalam terminal. Penumpukan sampah sendiri terjadi antara dua atau tiga bulan kemarin,” katanya.

Badik mengatakan, lantaran untuk mengelola TPS ini harus berbadan usaha sesuai dengan regulasi yang berlaku, maka hingga Desember tahun lalu pihaknya membentuk koperasinya, administrasi, hingga legalitasnya. Lalu awal tahun ini dilakukan sosialisasi dengan masyarakat sekitar dan bulan ini mulai pengelolaan.

“Sudah kerja sama dengan DLH selaku pemangku kewenangannya terkait kebersihan. Koperasi ini nanti akan KSO dengan Pemkab Sidoarjo, namanya Koperasi Mitra Sukses Surabaya. Ke depan akan mengelola TPS 3R,” tandasnya.

“Jadi harapannya sampah yang ada di dalam terminal bisa diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke TPA. Ini salah satu upaya kami selain bisa memberdayakan masyarakat sekitar terminal untuk terlibat di pengelolaan sampah, dan dari segi pembiayaannya, sampah yang masih mentah dan sudah diolah kan berbeda nilai retribusinya,” imbuh Badik. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.