Tanggapan LPA Tulungagung Terkait Kasus Pencabulan 11 Anak Laki-laki

Yovie Wicaksono - 21 January 2020
Ilustrasi

SR, Surabaya – Polda Jatim berhasil meringkus pelaku pencabulan terhadap 11 anak laki-laki di bawah umur di Krajan Gondang, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jawa Timur.

Pelaku yang berinisial MH ini diketahui juga merupakan ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA).

Terkait kasus tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung, Winny Isnaini mengatakan, hal tersebut terjadi karena kelompok Gay tidak ingin dianggap menyimpang dan mereka memiliki kecenderungan kecanduan untuk melakukannya pada yang lebih muda.

“Tentunya kalau dibiarkan akan mencetak predator baru, karena korban berisiko menjadi pelaku,” ujar Winny saat dihubungi Super Radio di Surabaya, Selasa (21/1/2020).

Oleh sebab itu, Winny meminta pemerintah untuk bertindak tegas menyatakan sikap terhadap Gay tanpa mengurangi hak mereka dalam bermasyarakat.

“Mereka tidak boleh merusak anak-anak,” tandasnya.

Sejauh ini, pihak LPA Tulungagung telah melakukan pendampingan hukum saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bersama pekerja sosial (peksos) dan masih merencanakan proses rehabilitasi.

“Deteksi kemungkinan ada korban dan pelaku lainnya,” ujarnya.

Sekedar informasi, Dirkrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan, MH sehari-hari bekerja sebagai penjaga warung kopi. Pelaku mengenal 11 orang anak yang jadi korbannya di warung kopi.

Dalam melakukan aksinya, MH membujuk korban dengan iming-iming uang sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Setelahnya, MH mengajak korban ke rumahnya dan berlanjut dengan tindakan asusila. Aksi tersebut berulang sejak tahun 2018 hingga 2019.

Atas aksi pencabulan itu, MH dijerat Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.