Survei SSC : PDI Perjuangan Jadi Parpol Paling Nasionalis

Yovie Wicaksono - 12 April 2021
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Hasil riset Surabaya Survey Center (SSC) dengan responden kalangan milenial, menyatakan, PDI Perjuangan menjadi partai politik (parpol) yang paling nasionalis dan PKB merupakan partai politik paling religius.

Peneliti senior SSC Surokim AS mengatakan, kedua partai besar tersebut akan bertarung sengit pada perhelatan di Jawa Timur demi meraih elektabilitas.

“Akan terjadi pertempuran dahsyat di Jatim antara PDI Perjuangan dan PKB. Elektabilitas partai pemilih milenial PDI Perjuangan peroleh 26,7 persen dan PKB 16,3 persen,” kata Surokim saat pemaparan rilis hasil survei SSC bertajuk ‘Gelagat Politik Milenial’ Jawa Timur di Surabaya, Senin (12/4/2021).

Sedangkan Top of Mind partai pilihan milenial tertinggi diraih oleh PDI Perjuangan dengan angka 22,9 persen. Sementara itu, PKB terus mengejar pada angka 9,5 persen. Dan partai yang paling religius masih diraih PKB dengan angka 42,8 persen dan PDI Perjuangan pada angka 1,7 persen. Partai yang paling nasionalis PDI Perjuangan meraih 27,2 persen dan PKB 1,9 persen.

Pada kesempatan sama, Direktur Riset SSC Edy Marzuki mengatakan, apa yang dicapai  PDI Perjuangan tidaklah mengejutkan, lantaran partai berlambang banteng moncong putih tersebut memang selalu mencitrakan diri sebagai partai nasionalis dan berhasil diterima.

“Paling tidak begitu fakta yang ditangkap oleh kalangan milenial,” terangnya.

Terkait hasil survei partai yang paling religius, pria yang juga dosen di Universitas Yudharta Pasuruan ini menyebut jika perolehan PKB melejit dengan capaian 42,8 persen. “Baru diikuti oleh PKS, PAN, dan PP yang perolehannya sama-sama di angka sekitar 4 persen,” papar Edy.

Apa yang dicapai PKB ini sedikit boleh dibilang mengejutkan. Pasalnya, akhir-akhir ini PKB mencitrakan diri sebagai partai yang nasionalis.

“Tapi di sisi lain tidak dapat dipungkiri jika konstituen dan para pengurus PKB mayoritas lebih merupakan ulama dan kader dari NU,” kata Edy.

Edy juga menerangkan, milenial laki-laki lebih memilih PDI Perjuangan dan milenial perempuan memilih PKB.

“Milenial laki-laki, 27,2 persen memilih PDI Perjuangan. Baru kemudian diikuti oleh PKB dan Gerindra dengan masing-masing 15,3 persen dan 10,1 persen. Sementara, partai-partai lainnya hanya mendapat perolehan di bawah 10 persen,” jelasnya.

“Untuk milenial perempuan, 26,3 persen memilih PDI Perjuangan. Baru kemudian diikuti oleh PKB dan Gerindra serta Demokrat yang masing-masing meraih 17,3 persen dan 9,1 serta 8,7 persen. Partai lainnya pun perolehannya tidak sampai 10 persen,” tambahnya.

Sebagai catatan, Edy mengatakan jika partai yang berada di posisi puncak tidak boleh jumawa serta yang lain jangan berkecil hati. “Karena masih ada banyak ceruk yang bisa diperebutkan. Di kalangan milenial laki-laki, 22.8 persen memilih tidak menjawab atau tidak tahu. Sedangkan yang perempuan, 19.4 memilih tidak tahu atau tidak menjawab,” tandas Edy.

Sebagai informasi, hasil penelitian yang dilakukan oleh SSC ini dilaksanakan pada 5-25 Maret 2021 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. 1070 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dari kalangan millenial dalam setiap KK dilakukan dengan bantuan kish grid. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.