Persiapan Terminal Purabaya Hadapi New Normal

Yovie Wicaksono - 9 June 2020
Seorang calon penumpang di Terminal Purabaya melakukan pemeriksaan suhu tubuh melalui thermo scanner, Senin (27/4/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Terminal Purabaya terus bersiap menghadapi kondisi new normal, pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Surabaya Raya.

Sebelumnya, Terminal Purabaya ditutup sementara sejak Selasa (28/4/2020), 00.00 WIB.

Kepala Terminal Purabaya, Imam Hidayat mengatakan, dalam penerapan tatanan kenormalan baru (new normal), nantinya armada bus diharuskan disemprot disinfektan di Terminal Purabaya. Kemudian untuk kru bus, harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan.

“Kru bus harus memiliki surat sehat, surat tugas, harus pakai masker, sarung tangan, face shield, dan juga dilengkapi hand sanitizer. Untuk jumlah penumpang sendiri dibatasi 50 persen, harus jaga jarak, tidak boleh berdempetan,” ujarnya, Senin (8/6/2020).

“Untuk penumpang sendiri yang masuk terminal nanti diperiksa, terutama untuk cuci tangan, harus pakai masker, harus punya surat tugas terutama ASN (Aparatur Sipil Negara) atau dari perusahaan masing-masing (karyawan yang sedang melakukan perjalanan dinas), terutama harus punya surat sehat,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, khusus bagi penumpang dengan tujuan Bali dan Jakarta juga harus bisa menunjukkan surat izin keluar masuk.

Ia menegaskan, jika nantinya di dalam armada bus kedapatan penumpang yang tidak mengenakan masker, ia akan meminta penumpang tersebut turun.

“Ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kami juga sudah memasang imbauan di area Terminal Purabaya seperti kawasan wajib masker, di pintu masuk, di ruang tunggu, di pintu keluar bus AKAP dan AKDP juga kami pasang imbauan,” tandasnya.

Imam menilai, pada masa awal kembali beroperasinya bus AKAP dan AKDP belum tentu ada penumpang yang naik. Melainkan membutuhkan tahapan penyesuaian.

“Tapi belum tentu ada penumpang yang naik, soalnya kan baru pertama,” imbuhnya.

Sekedar informasi, dalam situasi normal terdapat sekitar 1000 armada bus yang keluar masuk di Terminal Purabaya ini. Namun, setelah mewabahnya virus corona, Imam mengakui, secara berangsur jumlah armada mengalami penurunan mulai 40 persen hingga 100 persen ketika PSBB resmi di berlakukan di kawasan Surabaya Raya.

Pihaknya pun berharap, agar Terminal Purabaya dapat segera kembali beroperasi, mengingat banyak pihak yang perekonomiannya bergantung pada sektor transportasi ini. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.