Pemeriksaan Kesehatan Jamaah Syiah Sampang

Yovie Wicaksono - 3 February 2020

SR, Sidoarjo – Ratusan Jamaah Syiah Sampang terlihat silih berganti menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di pengungsian Rumah Susun (rusun) Jemundo, Puspa Agro, Sidoarjo, pada Minggu (2/2/2020).

Pemeriksaan tersebut meliputi pengobatan umum, cek kesehatan mulai dari tanda-tanda vital (TTV), tes gula darah, asam urat dan kolesterol, kemudian pemeriksaan mata sekaligus pemberian kacamata, serta pemberian obat secara gratis dengan melibatkan tim medis yang terdiri dari tiga dokter, perawat, serta apoteker.

Koordinator Tim Pendamping Penyelesaian Sampang-Ahlulbait Indonesia (TP2S-ABI), Muadz mengatakan, bakti sosial pemeriksaan kesehatan yang juga diselenggarakan oleh Dana Mustadhafin ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan cek kesehatan Jamaah Syiah Sampang.

“Karena kami lihat bahwa belum semua punya BPJS, kemudian juga terbatasnya situasi keuangan mereka, maka kita berinisiatif untuk menyelenggarakan bakti sosial ini,” ujarnya.

Pemimpin Jamaah Syiah Sampang, Tajul Muluk mengatakan, pihaknya turut senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan tersebut, terlebih saat ini Jamaah Syiah Sampang banyak yang sedang mengalami sakit.

“Dengan adanya baksos ini kami sangat terbantu, karena selama ini kalau sakit ya kita harus tanggung sendiri, karena memang banyak yang tidak punya BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Ia juga berharap, pemerintah memiliki perhatian kepada Jamaah Syiah Sampang yang kini telah memasuki tahun ke tujuh berada di rusun tersebut, khususnya dalam hal layanan maupun akses kesehatan.

Salah satu dokter yang melakukan pemeriksaan, yakni dr. Muhammad Ali Fitri mengatakan, rata-rata masalah kesehatan yang paling banyak dialami Jamaah Syiah Sampang adalah diabetes mellitus mulai dari yang ringan sampai parah, kemudian keluhan kelelahan, nyeri punggung, serta beberapa gangguan kesehatan karena faktor usia lanjut.

“Kemudian ada yang batuk sudah lama tapi belum kita diagnosa apakah ada bronkitis atau TBC. Ada juga yang mengalami radang di telinganya. Sementara untuk anak-anak sakitnya relatif, seperti flu, demam, banyak juga kasus diare seminggu ini mungkin juga karena faktor cuaca,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.