PDI Perjuangan Jadi Partai Idola Wong Cilik, Adi Sutarwijono : Kader Harus di Tengah Rakyat

Yovie Wicaksono - 31 August 2022
Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – PDI Perjuangan dinyatakan sebagai partai paling peduli rakyat kecil (wong cilik) dalam survei yang digelar Surabaya Survey Center (SSC).

Partai berlambang banteng moncong putih itu disebut sebagai partai paling peduli rakyat kecil oleh 29,6 persen responden se-Jawa Timur.

Di belakang PDI Perjuangan dengan jarak signifikan ada PKB dengan capaian 17,2 persen dan Gerindra 8,2 persen dan partai-partai lainnya di bawah angka tersebut.

Terkait hal tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, survei adalah instrumen yang menggunakan metodologi ilmiah untuk merekam perilaku pemilih.

“Tentu saja survei tersebut menjadi masukan bagi kami, PDI Perjuangan di Kota Surabaya. Terima kasih atas kepercayaan rakyat kepada PDI Perjuangan,” ujar Adi, Selasa (30/8/2022).

Adi mengatakan, hasil survei yang menyatakan PDI Perjuangan adalah partai paling peduli wong cilik tidak muncul dengan sendirinya tanpa sebab. Hasil itu adalah buah kerja keras setiap hari dari seluruh kader, anggota dan simpatisan dalam membersamai wong cilik di berbagai penjuru wilayah, termasuk di kampung-kampung Kota Surabaya.

“Hasil survei tingkat Jawa Timur itu selaras dengan hasil survei tingkat Surabaya. Ini adalah buah dari agenda kerakyatan sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri bahwa seluruh kader harus berada di tengah-tengah rakyat. Kami terus turun tiap hari dari kampung ke kampung bertemu dan mendengarkan suara masyarakat,” ujar Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya.

Dia mencontohkan bagaimana sejak awal pandemi Covid-19, kader-kader PDI Perjuangan masuk ke kampung-kampung untuk menyemprot disinfektan, membagikan makanan-minuman penguat imun bagi masyarakat.

Kader-kader PDI Perjuangan juga mengirim bahan makanan bagi warga kurang mampu yang terpapar Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri. Juga melakukan pertolongan terhadap warga yang terpapar Covid-19.

“Ambulans-ambulans kami juga waktu itu sangat sibuk melayani warga,” ujar Adi.

Advokasi tiada henti di bidang pendidikan dan kesehatan, lanjut Adi, tiada henti dilakukan. Sejak pemerintahan di Kota Surabaya dipimpin kader PDI Perjuangan mulai era Bambang DH, berlanjut Tri Rismaharini, Whisnu Sakti Buana hingga kini dipimpin Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.

Dikatakan, saat ini telah lahir berbagai kebijakan pro wong cilik, mulai pendidikan gratis SD-SMP Negeri, beasiswa SMA/sederajat, dan seragam hingga sepatu gratis untuk pelajar yang tidak mampu.

Dari aspek sosial, lanjut Adi, kebijakan seperti distribusi permakanan gratis setiap hari ke warga hingga perbaikan rumah tidak layak huni didedikasikan sepenuhnya untuk wong cilik.

“Kader-kader PDI Perjuangan Kota Surabaya juga terus mengawal penataan kampung-kampung di seluruh Surabaya sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup wong cilik di perkampungan padat penduduk,” papar Adi, yang alumni Ilmu Politik Unair dan mantan wartawan itu.

Sekadar informasi, survei SSC ini dilaksanakan pada 1-10 Agustus 2022 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, dengan jumlah responden 1.200 orang. Menggunakan metode stratified multistage random sampling, survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Secara umum, survei tersebut juga menunjukkan PDI Perjuangan masih menjadi jawara di Jawa Timur dengan tingkat elektabilitas 27,2 persen. PKB berada di urutan kedua dengan 19,0 persen, Gerindra 11,0 persen, Golkar dan Demokrat 6,8 persen, Nasdem 3,5 persen, PKS 3,4 persen, dan PPP 3,1 persen. Partai-partai lainnya hanya mendapatkan elektabilitas di bawah 3 persen. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.