MUI Tiadakan Salat Iduladha Berjamaah di Wilayah Zona Merah 

Yovie Wicaksono - 24 June 2021

SR, Jakarta – Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat KH. Miftahul Huda mengatakan, pelaksanaan salat Iduladha di masing-masing daerah hendaknya menyesuaikan kondisi wilayah tersebut.

Jika masyarakat berada di wilayah zona merah maka tidak diperkenankan untuk melaksanakan salat Idul Adha di dalam masjid maupun ruang terbuka, untuk menghindari kerumunan dan tertular covid-19.

Sedangkan bagi masyarakat yang berada di wilayah zona kuning maupun hijau, diperbolehkan dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Salat Iduladha adalah sunnah muakkadah yang menjadi Syiar keagamaan, sehingga umat Islam punya keinginan kuat melaksanakan,  tetapi dalam keadaan seperti ini, jika suatu daerah zonanya merah, maka tidak diperkenankan melaksanakan di Masjid atau tempat terbuka,” ujarnya, dalam konferensi pers Pelaksanaan Iduladha 1442 H Aman Covid-19 yang digelar BNPB, Rabu (23/6/2021).

Ia menambahkan, terkait pelaksanaan Iduladha MUI tetap menggunakan Fatwa Nomor 26 Tahun 2020 tentang Salat Iduladha dan Penyembelihan Hewan Qurban di saat Pandemi Covid-19 dan Fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 tentang tata laksana penyembelihan kurban saat pandemi.

Selaras dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mengimbau masyarakat untuk shalat di rumah saja utamanya yang berada di wilayah zona merah, sebagai salah satu ikhtiar mencegah penyebaran Covid-19. 

Dirinya juga sudah mengajak Dewan Masjid untuk ikut serta menyuarakan salat Iduladha di dalam rumah untuk kawasan zona merah.

“Kami mengajak semua pihak utamanya pengurus masjid seperti DKM pada tataran provinsi sampai pusat membicarakan mana yang masuk zona merah, mana yang masuk zona terkendali dan tidak terkendali, ” ucap Buya Amirsyah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.