Lewat War on Drugs, Keano dan Alif Jadi Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026
SR, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sukses menggelar malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026. Acara yang berlangsung di Graha PT Karya Bintang Mandiri pada Sabtu (4/7/2026) ini mengusung tema “Mindful Authority for Youth Integrity”.
Melalui persaingan yang ketat, Keano Raffi Javier dan Alif Nurul Hidayah resmi dinobatkan sebagai pemenang utama. Keduanya sukses menyisihkan 20 finalis lainnya dalam ajang yang menjadi simbol percepatan gerakan War on Drugs di lingkungan Bumi Delta.
Ketua Pelaksana, Ararya Putri Armilda, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar panggung unjuk bakat biasa. Pemilihan ini dirancang sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan bagi pemuda Sidoarjo agar sadar akan bahaya narkotika.
“Puncak acara ini adalah bukti nyata kesadaran pemuda Sidoarjo. Kami siap melaksanakan visi pemerintah dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika (P4GN) melalui barisan generasi emas ini,” ungkap Ararya.
Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah daerah. Kabid Kepemudaan Disporapar Sidoarjo, Rahmat Eko Firmansyah, S.Sos., mengingatkan bahwa gelar duta membawa tanggung jawab moral yang besar.
“Narkoba harus dijauhi karena merusak masa depan bangsa. Siapa pun yang terpilih, tanggung jawabnya berat karena mereka harus menjadi sosok yang benar-benar bisa dicontoh di masyarakat,” tegas Rahmat Eko.
Tantangan Baru dan Strategi Smart Power Approach
Tantangan pencegahan narkotika saat ini dinilai makin kompleks. Perwakilan BNN Kabupaten Sidoarjo, Amaliah Pinasari, S.O.M., menyoroti munculnya berbagai zat adiktif baru yang dikemas secara menarik, salah satunya seperti nicotine pouch (kantong nikotin).
Sebagai dewan juri, Amaliah menekankan pentingnya pendekatan cerdas dalam melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. “Para duta harus mampu mengedukasi masyarakat melalui Smart Power Approach, memastikan pesan-pesan anti-narkoba sampai ke akar-akarnya, terutama di sekolah-sekolah dan desa-desa,” tutur Amaliah saat memberikan penilaian teknis.
Kriteria Pemenang: Intelektual dan Siap Berorganisasi
Bobot penilaian dalam kompetisi ini juga dikawal langsung oleh Jessica Angel Pramudinata (Duta Bahasa Jawa Timur 2026 sekaligus alumni Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2022). Menurutnya, seorang duta wajib memiliki kedalaman intelektual dan kemampuan berelasi yang kuat.
“Ikatan duta anti narkoba ini membutuhkan finalis yang intelektualnya terlihat, berpenampilan baik, dan bisa berelasi dengan organisasi untuk mewujudkan Sidoarjo yang Bersinar (Bersih Narkoba),” tutur Jessica.
Jessica mengapresiasi kesiapan para finalis yang telah digembleng lewat masa karantina intensif selama empat minggu. Ia optimis para finalis siap menjadi brand ambassador pencegahan narkoba yang krusial bagi generasi Z.
Mengemban Amanah Satu Tahun ke Depan
Kini, Keano Raffi Javier dan Alif Nurul Hidayah resmi memulai masa bakti selama satu tahun ke depan. Di bawah naungan Ikatan Duta Anti Narkoba Sidoarjo, mereka akan bergerak sebagai agen perubahan.
Melalui gaung semangat War on Drugs, aksi nyata para pemuda terpilih ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika dan melindungi masa depan generasi muda di Kabupaten Sidoarjo. (giy/red)
Tags: alif, duta anti narkoba sidoarjo 2026, keano, superradio.id, war on drugs
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





