Lewat Aksara, CREATE Moments Hadirkan Karya Seni Keberagaman dan Toleransi

Yovie Wicaksono - 22 September 2022
Lewat Aksara, CREATE Moments Hadirkan Karya Seni Keberagaman dan Toleransi. Foto : (Super Radio/Afriyan)

SR, Surabaya – Konsorsium Creative Youth for Tolerance (CREATE) meluncurkan gelaran “CREATE Moments” di Unicorn Creative Space Rungkut Surabaya, Kamis (22/9/2022).

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Hivos bersama beberapa mitra lokal tersebut, bertema Apresiasi Karya Seniman Muda untuk Toleransi (Aksara) dan berlangsung selama 3 hari, yakni pada 22-25 September 2022.

Total ada 26 karya seni berupa instalasi, lukisan, kolase, hingga drama pementasan yang dibuat oleh siswa-siswi SMA atau sederajat di Jawa Timur, serta lokakarya dan diskusi yang bisa diikuti masyarakat secara gratis.

“Kalau di Jatim berjudul Aksara, dimana konsorsium CREATE sudah dua kali mengadakan Create Moments ini yang merupakan pameran seni dan budaya untuk merayakan keberagaman,” kata Field Officer CREATE Jawa Timur, Ratu Fitri.

Tidak hanya di Jawa Timur, lanjutnya, kegiatan ini juga serentak digelar di dua provinsi lainnya yakni Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. “Ada di 3 kota, Surabaya, Bandung, dan Makassar dengan total 60 karya seni,” ungkapnya.

Ratu menjelaskan, acara ini bertujuan sebagai ruang untuk meningkatkan pemahaman toleransi masyarakat khususnya anak muda dalam keberagaman. “Ini mengangkat isu keberagaman, kesetaraan gender, inklusi sosial,” ujarnya.

“Harapannya masyarakat terutama anak muda makin kuat terhadap penghargaan terhadap keberagaman dan nilai toleransi dan saling menguatkan, saling memberdayakan bagi seluruh kelompok masyarakat terutama kelompok rentan,” imbuhnya.

Tema Aksara pun dipilih, sebagai bentuk apresiasi terhadap pandangan anak muda yang berhasil menyikapi isu intoleransi dan menyalurkannya melalui karya seni. “Kita melihat anak muda itu sekarang dianggap sebagai bonus demografi, ada tren semacam teman-teman remaja tidak dianggap suaranya. Dari Aksara ini kita ingin mengapresiasi bahwa suara anak muda itu bermakna,” jelasnya.

Hal ini, turut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dirinya yang diwakili oleh pihak Dinas Pendidikan Jawa Timur Rukmini Ambarwati, mengaku senang pada gerakan seni inovatif yang digagas yayasan Hivos.

“Yayasan Hivos memberi sarana pendidikan dengan pendekatan seni yang inovatif sebagai pintu masuk untuk mempromosikan nilai pluralisme di pendidikan tingkat menengah,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini terus ada guna mendorong peran aktif generasi muda untuk membangun lingkungan yang damai dan toleran serta anti radikalisme. “Semoga acara semacam ini terus mendorong generasi muda menjadi generasi yang sadar akan isu-isu HAM dan kemanusiaan,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan Muhammad Naufal, siswa SMAN 10 malang yang menampilkan kebebasan berekspresi lewat tarian ciptaannya. Ia merasa bersyukur dapat bergabung dalam kegiatan CREATE Moments ini. 

“Dari tarian, saya itu ingin membuktikan bahwa gak ada yang salah dengan menari, karena itu adalah bentuk bersyukur apa yang kita miliki sekarang. Setelah ikut CREATE Moments ini, saya jadi tau apa yang mau saya lakukan dan karya saya bisa dinikmati banyak orang,” jelasnya.

Sementara itu, Public Affair Officer U.S Consulate General Surabaya, Joshua Shen, juga menangkap makna yang dalam dari CREATE sejak pembukaannya di Surabaya. Menurutnya, keberagaman seni yang ditampilkan serta keberagaman medium dan pembuatnya, menunjukan keberagaman Indonesia itu sendiri. 

“Amerika serikat melalui USAID sangat bangga ada kesempatan mendukung acara ini untuk membantu siswa-siswi SMA membuat kesenian untuk merayakan keberagaman ini. Kami juga bangga dengan kemitraan kami seperti yayasan Hivos dan mitra lain,” kata Joshua Shen. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.