Kasus Covid-19 di Jatim Tunjukkan Kenaikan, PPKM Mikro Diperketat

Yovie Wicaksono - 23 June 2021

SR, Surabaya – Angka kasus Covid-19 di Jawa Timur mulai menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data peta sebaran per 22 Juni 2021, tercatat pasien terkonfirmasi positif baru sebanyak 746 orang. Sedangkan untuk jumlah pasien sembuh sebanyak 383 orang dan pasien meninggal sebanyak 41 orang.

Jumlah penambahan angka konfirmasi tersebut terakhir kali terjadi pada empat bulan lalu, tepatnya 12 Februari 2021 di mana penambahannya 776 kasus baru. Angka yang menunjukkan peningkatan kasus kali ini terjadi terutama terkait dengan lonjakan di Bangkalan dan sejumlah kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.

Sejak pertama kali diberlakukan penyekatan di Jembatan Suramadu, 5 Juni lalu hingga Jumat (18/6/2021), sebanyak 722 orang reaktif Covid-19 menurut hasil tes antigen. Hasil itu didapatkan dari 36.464 orang yang terjaring tes antigen. 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (22/6/2021) mengatakan, pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (​PPKM) skala mikro telah dilakukan di sejumlah daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19.

Adapun daerah yang sudah melakukan PPKM Mikro adalah di Kota Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Ngawi, serta Kabupaten dan Kota Madiun. Bahkan sedang dilakukan pengetatan PPKM di 8 desa di lima kecamatan di Bangkalan, yakni Kecamatan Kota dengan tiga desa, Kecamatan Arosbaya dengan dua desa, Kecamatan Klampis dengan satu desa, Kecamatan Geger dengan satu desa, dan Kecamatan Burneh dengan satu desa.

Hingga kini, zona merah di Provinsi Jawa Timur berada di Kabupaten Bangkalan. Sedangkan kabupaten/kota lainnya dalam posisi zona orange dan kuning. 

Sementara itu, kabupaten/kota yang masuk pada zona orange adalah Kabupaten Trenggalek, Jember, Sidoarjo Banyuwangi, Pasuruan, Situbondo, Pacitan, Kediri, Jombang, Blitar, Kota Pasuruan, Tulungagung, Gresik, Kota Madiun, Magetan, Kota Kediri, Kota Malang, Sampang, Kota Probolinggo, Bondowoso, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Ngawi, Nganjuk, Kota Surabaya, Kota Batu, Bojonegoro, Tuban, Ponorogo, Kota Mojokerto, Lamongan, dan Madiun.

Kemudian untuk kabupaten/kota yang masuk dalam zona kuning, yakni Lumajang, Probolinggo, Sumenep dan Pamekasan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.