Jelang Lebaran Ketupat, Penjual Janur Musiman Mulai Kebanjiran Order

Yovie Wicaksono - 18 May 2021
Warso (62), salah satu pedagang janur musiman yang ada di depan Pasar Betro Sedati, Sidoarjo. Foto : (Super Radio/Hamidia Kurnia)

SR, Sidoarjo – Jelang tradisi lebaran ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idulfitri menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang janur musiman yang ada di depan Pasar Betro Sedati, Sidoarjo.

Salah satu pedagang janur, Warso (62) mengaku setiap jelang lebaran ketupat ia kebanjiran order.

“Saya tiap tahun memang selalu jualan janur disini, karena untungnya juga besar, dalam sehari itu dari jam 4 pagi sampai jam 8 malam bisa dapat uang 350 ribu. Kalau tidak jualan saya di rumah buka warkop (warung kopi, red),” ujarnya, Selasa (18/5/2021).

Ia mengatakan, selama berjualan sejak Kamis (13/5/2021) hingga sekarang, dagangannya selalu ludes terjual, dan keuntungannya lebih besar dibandingkan usaha warkop yang dia miliki.

“Jualannya dari hari Kamis setelah lebaran sampai sekarang, dan lebih gede hasilnya dari warkop, kalau warkop sehari bisa Rp 250.000, tapi kalau jualan anyaman ketupat bisa dapat Rp 350.000,” katanya.

Warso hanya membutuhkan sekira 15 menit untuk membuat 150 ikat anyaman ketupat dan 100 unting janur lepet, yang nantinya akan dijual dengan harga beragam. Dimana untuk satu ikat anyaman ketupat yang berisi 10 biji dijual seharga Rp 12.500, sedangkan untuk satu unting janur berisi 10 untai dijual seharga Rp 10.000.

Namun, meski demikian, Warso menyebut penjualan anyaman ketupat dan janur lepet tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu dikarenakan pemasok yang mulai berkurang.

“Kalau dibanding tahun lalu ya lebih menurun tahun ini, dulu itu sehari bisa dapat Rp 500.000, tapi karena sekarang pemasoknya juga sudah berkurang, jadi lebih sedikit untungnya,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.