Hoax Menghirup Uap Panas hingga Amoxcilin Dapat Membunuh Virus Corona

Yovie Wicaksono - 1 April 2020

SR, Surabaya – Banyak beredar informasi dan berita palsu (hoax) oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab di dunia maya, terlebih terkait dengan virus corona (Covid-19).

Jika tidak berhati-hati dan teliti, seringkali masyarakat mudah termakan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu. Adapun beberapa hoax maupun disinformasi yang berhasil kami rangkum diantaranya adalah ;

1. Pasien Positif Corona Kabur dari RSAL Mintohardjo

Penjelasan :

Telah beredar kabar melalui media Facebook dengan narasi “Perhatian !!* Telah kabur pasien dari rumah sakit AL Mintohardjo yang dirujuk ke RS Wisma Atlet yang kemungkinan Penderita positif Corona. Kabur dari RSAL pada malam…Jum’at 27 Maret 2020”.

Faktanya Kepala RSAL dr. Mintohardjo, Kolonel Laut dr. Wiweka menyatakan pasien corona bernama Eko Purwanto yang dikabarkan kabur dari RSAL dr. Mintohardjo adalah tidak benar. Pasien itu belum ditetapkan sebagai pasien Covid-19.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.solopos.com/kabar-pasien-corona-kabur-rsal-mintohardjo-tidak-benar-1054231

https://www.suara.com/partner/content/solopos/2020/03/30/141100/kabar-pasien-corona-kabur-rsal-mintohardjo-tidak-benar

https://www.inews.id/news/nasional/kabar-pasien-positif-corona-kabur-dari-rsal-mintohardjo-ini-kata-kepala-rs

 

2. Pemilik E-KTP akan Mendapatkan Kompensasi Sebesar Rp 1juta.

Penjelasan :

Beredar di pesan berantai whatsapp sebuah informasi bagi warga yang mempunyai E-KTP akan mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1 juta.

Setelah ditelusuri klaim bahwa di tengah pandemi virus korona atau covid-19, pemilik KTP elektronik mendapatkan kompensasi Rp1 juta, adalah salah. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh menanggapi santai klaim tersebut. Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, I Gede Suratha menambahkan narasi tersebut tidak benar. I Gede menegaskan pihaknya tidak pernah memiliki program tersebut. “Njih (hoaks). Hati-hati,” kata Gede Suratha saat dikonfirmasi Medcom.id, Minggu 29 Maret 2020.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/9K504ryk-viral-di-grup-wa-yang-punya-e-ktp-dapat-kompensasi-rp1-juta-ini-faktanya

 

3. Info Pasien Yang Sudah Sembuh Dari RS Persahabatan

Penjelasan :

Beredar postingan di media sosial yang berisi pengakuan dari pasien Virus Corona yang sembuh setelah dirawat di RSUP Persahabatan. Dalam postingan tersebut dijelaskan kegiatan yang dilakukan pasien tersebut diantaranya minum Vit C-1000, Vitamin E, jam 10:00 – 11:00 berjemur 15-20 menit, telur satu butir, istirahat/tidur yg cukup min 7-8 jam, minum air putih min 1,5 lt per hari dan setiap makan harus minum yang hangat (jangan dingin).

Postingan ini beredar di tengah – tengah pandemic virus Corona atau COVID-19 yang dihadapi oleh Indonesia. Faktanya, kabar yang diposting di media sosial tersebut adalah tidak benar. Kabar tersebut dibantah oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Persahabatan, dr. Rita Rogayah. Menurutnya, saat ini pasien dalam ruangan isolasi dan tidak mungkin dapat berjemur. Terkait berjemur, dokter ahli gizi dan magister filsafat, Dr. dr. Tan Shot Yen M Hum juga membantah pemahaman bahwa berjemur badan di bawah sinar matahari secara langsung dapat mematikan virus Corona yang ada di dalam tubuh, ataupun yang sekadar menempel.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://kumparan.com/kumparannews/hoaxbuster-viral-obat-yang-dikonsumsi-pasien-corona-sembuh-di-rsup-persahabatan-1t8GXeTus2w?fbclid=IwAR3l0sg2OWn8ROoQaVEq5_QVf8KatmmFWe7MQhByF6Me4pACTRuxC5OJmLE

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-pasien-covid-19-sembuh-karena-rajin-berjemur-hingga-makan-telur.html?fbclid=IwAR1hQv610BrRbTX9tTPUaQzzXXJ6VPAwkHmlclo93YTSo5VNuYPSG-03m60

https://www.medcom.id/rona/kesehatan/JKRGRX7N-apakah-vitamin-c-dapat-menyembuhkan-covid-19?fbclid=IwAR36Ok8pk4FyGW0Yw8B5DxKG6C2roAE_UPqaY-Lw1-XBOD1oLRD-7RWnPzk

 

4.Warga Samarinda Terkapar karena Terjangkit Corona

Penjelasan :

Beredar di media sosial WhatsApp sebuah pesan berantai di kalangan warga Samarinda Kalimantan Timur, yang berisi informasi bahwa ada orang yang terkapar di Jalan Biawan Gang 5 karena terjangkit Virus Corona dan petugas juga belum ada yang menjemput. Yang bersangkutan baru saja pulang dari Sulawesi. Pesan berantai tersebut beredar pada tanggal 30 Maret 2020. 

Kepala Diskominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, menegaskan bahwa tidak ada (pasien positif Corona terkapar) sampai sekarang, di Samarinda hanya satu yang positif. Syarif menerangkan, data resmi yang benar soal kasus Covid-19, hanya yang dikeluarkan oleh Dinkes Samarinda, melalui Dinas Kominfo. Aji Syarif menghimbau, kalau ada berita-berita yang kurang yakin, langsung diklarifikasi saja dengan Dokter Ismed (Kadinkes Samarinda Ismed Kusasih).

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.merdeka.com/peristiwa/cek-fakta-hoaks-warga-samarinda-terkapar-karena-terjangkit-corona.html

 

5. Menghirup Uap Panas Bisa Membunuh Virus Corona

Penjelasan :

Beredar video di media sosial video yang memperlihatkan langkah-langkah untuk mencegah penularan Virus Corona yaitu dengan cara  menghirup uap air panas.

Klaim yang menyatakan bahwa menghirup uap air panas bisa membunuh virus Corona atau Covid-19 adalah klaim yang keliru. Hingga kini, belum ada penelitian kesehatan resmi yang bisa membuktikan bahwa menghirup uap air panas dapat membunuh virus Corona. Cara itupun tidak tercantum dalam rekomendasi dari WHO mengenai pencegahan penularan Covid-19.

Klaim bahwa menghirup uap air panas bisa membunuh virus Corona Covid-19 juga dibantah oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar. Eka menilai tindakan tersebut tidak bermanfaat, karena virus ini ada di dalam sel tubuh walau masuknya memang secara droplet lewat sistem pernafasan. Eka justru khawatir masyarakat salah paham, mengira tips yang beredar di media sosial tersebut efektif. Hal itu menyebabkan masyarakat tidak lagi melakukan hal yang penting untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://cekfakta.tempo.co/fakta/707/fakta-atau-hoaks-benarkah-menghirup-uap-air-panas-bisa-membunuh-virus-corona-covid-19

https://factcheck.afp.com/inhaling-steam-will-not-treat-or-cure-novel-coronavirus-infection

 

6. 59 Jemaat Gereja Tew4s Minum Dettol demi Cegah CORONA

Penjelasan :

Beredar sebuah artikel berjudul “59 Orang Jemaat Gereja Tew4s Minum Dettol demi Cegah C0R0NA.” Artikel itu menggunakan foto seorang perempuan kulit hitam meminum cairan antiseptik merk Dettol. 

Setelah ditelusuri, klaim bahwa foto di artikel itu adalah jemaat Gereja tewas setelah minum Dettol demi cegah Virus Corona adalah salah. Faktanya, foto tersebut sudah tersebar sejak tahun 2016. Foto itu diunggah di situs citizen.co.za yang beroperasi di Guateng, Afrika Selatan, pada 9 Desember dengan judul “Another pastor strikes, makes congregants drink Dettol. Artikel tersebut menjelaskan, peristiwa jemaat diminta minum cairan Dettol terjadi di Gereja Kristen Spiritual AK di Makgodu, Limpopo, Afrika Selatan. Pengobatan itu dilakukan untuk mengatasi virus ebola. Kesimpulannya foto dan berita tersebut tidak ada kaitannya dengan wabah virus corona COVID-19 seperti judul pada artikel tersebut.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://citizen.co.za/news/south-africa/1371173/another-pastor-strikes-makes-congregants-drink-dettol/

https://turnbackhoax.id/2020/03/30/salah-foto-59-orang-jemaat-gereja-tew4s-minum-dettol-demi-cegah-c0r0na/

https://www.jawapos.com/hoax-atau-bukan/30/03/2020/hoax-foto-lawas-orang-minum-dettol-disebut-kejadian-baru-karena-korona/

 

7. Larangan Non KTP Bali Menyeberang dari Pelabuhan Ketapang

Penjelasan :

Telah beredar video di media sosial yang menggambarkan antrian di Pelabuhan Ketapang dan adanya larangan bagi warga yang tidak ber-KTP Bali untuk menyeberang.

 Faktanya, informasi dalam video tersebut adalah tidak benar. GM ASDP Cabang Ketapang, Fahmi Alweni menyatakan bahwa tidak ada pelarangan seperti yang tersebar di medsos. Namun, atas permintaan dari Dishub Bali, ASDP memberikan himbauan di Pelabuhan Ketapang agar para calon penumpang tidak melakukan perjalanan menyeberang ke Bali bila tidak terlalu penting. ASDP membantu mengimbau hal ini ke masyarakat, terutama di pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melarang sebelum ada kebijakan pusat. Berdasarkan informasi tersebut, maka klaim dalam video yang menyebutkan ada larangan menyeberang bagi non KTP Bali adalah keliru.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://news.okezone.com/read/2020/03/30/244/2191225/viral-video-tak-ber-ktp-bali-dilarang-menyebrang-hoaks

https://radarbali.jawapos.com/read/2020/03/30/186282/awas-video-hoax-larangan-non-ktp-bali-nyebrang-dari-pelabuhan-ketapang

 

8. Amoxcilin Dapat Membunuh Virus Corona

Penjelasan :

Telah beredar ramai di media sosial klaim bahwa obat Amoxcilin dapat membunuh Virus Corona dengan cara menaruhnya di atas tandon air. Adapun pesan tersebut mencantumkan nama seorang habib dan seorang Menteri agar dapat membuat masyarakat dapat mempercayainya.

Faktanya menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ari Fahrial Syam berita tersebut tidak benar dan obat Amoxcilin tidak dapat membunuh Virus Corona. Obat Amoxcilin hanya dapat membunuh bakteri yang ada di saluran pernapasan. Selain itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang tertera dalam tulisan viral tersebut.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4959131/viral-amoxicillin-bisa-bunuh-virus-corona-dipastikan-hoax?_ga=2.120663816.1007848606.1585611325-1666518481.1584578839

https://www.suara.com/news/2020/03/29/163041/cek-fakta-benarkah-taruh-obat-amoxicilin-di-tandon-air-cegah-corona

 

9. Kompensasi dalam Rangka Menghindari Penyebaran Covid-19 Mengatasnamakan Kemenko Perekonomian

Penjelasan :

Beredar informasi di media sosial dan grup Whatsapp yang menyebutkan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi sebesar Rp. 500.000 per minggu bagi warga negara yang tinggal di rumah dalam rangka menghindari penyebaran Virus Corona (Covid-19). Dalam informasi yang beredar juga menyertakan link pendaftaran yang mengatasnamakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Faktanya, informasi tersebut dibantah oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui laman Twitternya@perekonomianri. Pihaknya menegaskan informasi yang beredar itu adalah tidak benar atau hoaks. Semua informasi resmi hanya disampaikan melalui website dan laman media sosial Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://twitter.com/perekonomianri/status/1244104761588060161

 

10. Pesawat Lion Air Jatuh di Filipina

Penjelasan :

Beredar sebuah kabar berita di media sosial Twitter yang menginformasikan bahwa pesawat Lion Air jatuh di Bandara Manila, Filipina.

Faktanya, dilansir dari  Liputan6.com, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan jika hingga kini Lion Air Group belum beroperasi di Bandara Manila Ninoy Aquino International Airport. Danang juga menegaskan jika pesawat yang jatuh di Bandara Manila, Filipina bukan milik perusahaan Lion Air Group. Itu merupakan perusahaan penerbangan yang beroperasi di negara tersebut dan memiliki kemiripan nama. 

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4214253/lion-air-pesawat-yang-meledak-di-manila-bukan-milik-kami

https://www.youtube.com/watch?v=YsAstWchlAo

https://money.kompas.com/read/2020/03/30/063835726/ini-penjelasan-lion-air-soal-pesawat-yang-jatuh-di-filipina

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.