Grafik Covid-19 Melandai, Epidemiolog Unair : Kondisi Belum Final

Yovie Wicaksono - 20 March 2022
Ilustrasi. Foto : (shutterstock)

SR, Surabaya – Kasus positif Covid-19 di Indonesia tengah menunjukan tren penurunan pada kuartal pertama tahun 2022. Menyambut kabar baik itu, epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Masyarakat perlu mengetahui bahwa saat ini bukan akhir pandemi, sehingga vaksinasi dan protokol kesehatan masih menjadi upaya intervensi yang harus dilakukan,” jelasnya.

Disebutkan Laura, kondisi saat ini masih belum final, mengingat negara tetangga masih mengalami adanya lonjakan kasus positif. Banyaknya kasus infeksi Covid-19 dapat menimbulkan adanya mutasi yang melahirkan varian turunan virus tersebut. 

“Jadi virus hanya dapat melakukan mutasi bila masuk dalam host, dalam hal ini tubuh manusia,” jelasnya.

Melalui mutasi tersebut, hasil yang ditimbulkan bisa beragam. “Hasilnya gambling, bisa semakin kuat atau semakin lemah. Contohnya Omicron yang memiliki tingkat penularan tinggi dengan tingkat keparahan rendah, yang berkebalikan dengan Delta,” sebutnya.

Dengan sifat mutasi seperti itu, maka pencegahan terbaik yang dapat dilakukan adalah melakukan monitoring dan melakukan pencegahan bertambahnya kasus positif. 

“Selama masih ada sirkulasi virus dalam tubuh manusia, maka masih berpotensi bermutasi menjadi varian baru,” jelasnya.

Sejak awal pandemi, dari virus Covid-19 hingga mutasi terkini yang dimiliki, pencegahan infeksi yang dilakukan masih sama yakni penerapan protokol kesehatan, serta optimalisasi imun tubuh. 

“Khusus untuk pencegahan masih sama caranya,” sebut ahli Ilmu epidemiologi asal Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair.

Menjawab pertanyaan mengenai penurunan efektivitas vaksin, Laura menyebutkan bahwa daya proteksi dan antibodi yang dihasilkan oleh vaksin masih dalam tingkatan mumpuni untuk melawan varian terbaru Covid-19. 

“Ada kemungkinan varian terbaru melarikan diri dari antibodi yang terbentuk dari hasil vaksin, itulah yang menyebabkan penurunan efektivitas karena vaksin kan dibuat dari awal Covid-19,” jelasnya.

Meski menurunkan efektivitas, varian terbaru dari Covid-19, dinyatakan Laura, tidak menghilangkan efektivitas sepenuhnya dari vaksin. 

“Jadi vaksin masih sangat efektif dan diperlukan bagi manusia untuk menghasilkan antibodi melawan virus,” sebutnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.