Dicurhati Soal Normalisasi Saluran Air Tol, Sukadar : Kami akan Panggil Jasa Marga

Yovie Wicaksono - 18 October 2021
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sukadar saat reses di RW 2 Jalan Simorejo Gang XX, Simomulyo, Surabaya pada Minggu (17/10/2021) malam. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sukadar menerima banyak aspirasi dari warga ketika menggelar reses di RW 2 Jalan Simorejo Gang XX, Simomulyo, Surabaya pada Minggu (17/10/2021) malam.

Salah satunya disampaikan oleh Rendra, warga RT 10 RW 2. Dalam kesempatan tersebut, ia mengeluhkan terkait kurangnya normalisasi dari pihak Jasa Marga pada saluran air jalan tol. Sehingga, berimbas pada terbawanya kotoran di selokan yang mengalir ke perkampungan dan menyebabkan banjir.

“Kebetulan dari seluruh warga itu ada keluhan di selokan untuk keluar air dari tol, kalau banjir itu airnya masuk dan mengotori kampung. Dari pihak Jasa Marga juga bukan setiap bulan sekali tapi bisa tahunan saluran itu dibersihkan, jadi banyak DBD,” kata Rendra, salah satu warga RT 10 RW 2.

Masih berhubungan dengan saluran air, salah satu warga disana juga mengeluhkan tentang semakin menyempitnya saluran selokan, dan berharap dengan pertemuan ini, akan ada tambahan box culvert untuk wilayahnya.

“Warga kita ini kebingungan dan ada masalah kampung ini salurannya menyempit. Dari ketinggian ini terus buntu, jadi ini saya berharap bisa dikawal karena banyak ibu-ibu yang sambat,” ucap Ketua RT 10 RW 2, Agus Leo.

Mendengar hal tersebut, Sukadar mengaku akan segera mengambil tidak lanjut. Pasca gelaran reses selesai, dirinya akan memanggil pihak Jasa Marga guna melakukan pembenahan.

“Yang akan kita lakukan pasca reses ini, kami mencoba untuk memanggil pihak Jasa Marga kita minta Jasa Marga untuk melakukan pembenahan, pembersihan, dan posisinya pendangkalan saluran, supaya salurannya tidak mampet dan masuk ke kampung,” ungkap Sukadar.

Selain itu, dalam kegiatan yang dihadiri sekira 50-70 orang baik melalui tatap muka maupun daring tersebut, ia menuturkan, bagi warga yang mempunyai usulan terkait program, dapat langsung memberikan data kelengkapannya pada Ketua RW agar diakomodir dan dikirimkan sebelum 25 Oktober 2021.

“Untuk usulan itu saya minta malam ini. yang saya butuhkan alamatnya jelas, ukuran nya jelas, kasih nomor handphone yang aktif. Saya minta tugasnya pak RW untuk mengcollecting datanya terkait usulan infrastruktur, satu kertas, tdak perlu bikin proposal,” jelas Sukadar. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.