Darmin Nasution : Angkutan Logistik Harus Efisien

Yovie Wicaksono - 14 September 2019
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Konferensi Harhubnas 2019 di JCC, Senayan Jakarta, Sabtu (14/9/2019). Foto : (Dephub)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, angkutan logistik harus efisien jika Indonesia ingin menjadi negara maju.

“Kita percaya bahwa negara yang maju pasti memerlukan angkutan logistik yang efisien. Yang bisa mewujukan itu salah satunya adalah Kementerian Perhubungan,” jelas Darmin di kagiatan Konferensi Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2019 di JCC, Senayan Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Darmin mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar angkutan logistik dapat lebih efisien yaitu dengan memperbaiki sarana dan prasarana transportasi, standar barang dan sumber daya manusia (SDM).

“Kita sudah melakukan suatu yang besar, infrastruktur yang kita bangun lima tahun terakhir itu lebih banyak daripada 20 tahun sebelumnya. Setelah itu, tentu saja harus bisa kita bangun angkutan logistik yang efisien agar masyarakat semakin dimudahkan,” ujar Darmin.

Darmin menambahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) perlu mempersiapkan SDM yang handal di bidangnya untuk mendukung perwujudan angkutan logistik yang efisien.

“Yang saya tahu Kemenhub jauh di depan dalam pengembangan SDM. Kita harapkan Kemenhub bisa terus mendorong kegiatan di mendorong pelatihan dan vokasi-vokasi,” jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan akan mengoptimalkan angkutan logistik. Dimulai dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan Makasar dengan harapan daerah tersebut bisa menjadi contoh ke kota lainnya.

“Ya kita pasti akan membuat semuanya, maka itu kita minta seluruh elemen Perhubungan berubah. Tapi mengubah semua itu tidak mudah oleh karenanya kita mulai dari tempat-tempat yang besar dari Jakarta, Surabaya, Medan dan Makasar. Itu contoh-contoh yang akan kita tularkan ke tempat yang lain,” kata Budi.

Budi menerangkan selama lima tahun terakhir, sejumlah kementerian dan lembaga telah bersinergi untuk mendorong perbaikan sektor transportasi dan infrastruktur. Mulai dari pembangunan, rehabilitasi, atau pun revitalisasi terhadap sarana dan prasarana perhubungan.

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di pulau Jawa, tapi sampai dengan pelosok tanah air. Tidak hanya di kota besar, tapi sampai dengan daerah terpencil. Tidak hanya melayani masyarakat maju, tapi juga masyarakat tertinggal. Tidak hanya di pusat bisnis dan pemerintahan, tapi juga sampai daerah terdepan dan terluar.

“Kami melakukan hal tersebut karena kami percaya, pemerataan dengan pertumbuhan Indonesia dapat didorong dengan dukungan transportasi yang unggul. Terlebih lagi karena Indonesia adalah kepulauan terbesar di dunia. Tidak dapat dipungkiri lagi transportasi antarmoda menjadi kunci untuk Indonesia maju,” kata dia.

Dalam acara tersebut juga ada launching SIM SDM TRANAS (Sistem Informasi Management Sumber Daya Manusia Transportasi Nasional). Juga penandatangan 4 (empat) MoU yaitu tentang: Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Busang Pelayaran, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian Sub Sektor Transportasi Laut, Aviation Training Consultancy and Support in Indonesia serta tentang Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Junior Aviation Security. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.