CREATE Moments, Pameran Seni Kesetaraan

Yovie Wicaksono - 20 January 2022
Direktur Eksekutif Hivos, Tunggal Pawestri pada pembukaan Create Moments Pameran Seni dan Budaya untuk Toleransi, di gedung Balai Pemuda Surabaya, Kamis (20/1/2022). Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Konsorsium Creative Youth Tolerance (CREATE) menyelenggarakan Create Moments Pameran Seni dan Budaya untuk Toleransi, di gedung Balai Pemuda Surabaya, Kamis (20/1/2022).

Mengambil tema SETARA (Sekolah seharusnya Tanpa Kekerasan), CREATE Moments yang diinisiasi oleh Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Hivos) ini, mencoba menggaungkan isu-isu seputar toleransi, keberagaman, kesetaraan gender, dan inklusi sosial.

“Tema ini menekankan, bahwa tiap orang perlu diperlakukan setara. Konsep ini dimaksudkan untuk mempromosikan keberagaman, pembelaan HAM, dan penghapusan tindakan intoleransi,” ujar Direktur Eksekutif Hivos, Tunggal Pawestri pada pembukaan acara secara daring.

Acara ini juga menggandeng karya seni anak-anak muda, khususnya siswa SMA sederajat untuk mengisi rangkaian acara yang berlangsung hingga 23 Januari 2022.

“Create Moment ini menjadi ruang bagi anak muda untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, mengembangkan ekosistem kesenian dalam negeri, yang juga bertujuan untuk peran aktif kemanusiaan,” tandasnya.

Selain secara luring, lebih dari 50 karya seni berupa lukisan, instalasi, audio-visual, hingga performance art tersebut juga dapat dinikmati publik melalui kanal virtual www.telusuri.id/createmoments hingga 4 Februari 2022.

“Selain menampilkan pameran, kita juga ada kelas-kelas kecil seperti workshop dan talkshow yang bisa diikuti secara gratis. Jam bukanya mulai pukul 12.00 WIB dan tutupnya mengikuti jam tutup Alun-Alun,” ucap Communication Officer CREATE, Geril Dwira Kaluku.

Geril menyebut, keterlibatan siswa-siswi SMA ini, menjadi salah satu upaya penanaman kepekaan terhadap isu-isu kekerasan yang saat ini masih terjadi di sekolah.

“Institusi sekolah pun harusnya menjadi tempat yang aman. Isu kekerasan disana menjadi bahasan yang sering sekali terjadi tapi kurang mendapat perhatian khusus, jadi siswa-siswi peserta ingin menyuarakan hal tersebut melalui karya,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Kepala Bagian Politik-Ekonomi Konjen Amerika di Surabaya, Dylan Hoey. Menurutnya, anak muda memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran hoaks.

“Pemerintah Amerika terus mendukung peran siswa, guru, orang tua, dan komite sekolah untuk sama-sama mempromosikan nilai toleransi,” jelas Dylan Hoey.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sinarto yang turut hadir dalam acara tersebut, turut mengungkapkan apresiasinya terhadap suksesnya pembukaan pameran.

Ia menyebut, di era teknologi yang semakin canggih ini, baiknya ada kolaborasi dengan anak-anak muda untuk penguatan nilai kehidupan yang lebih baik. Apalagi kedepannya masa depan Indonesia terletak di pundak generasi muda.

“Selamat untuk CREATE, Jawa Timur sangat mengapresiasi. Semoga nanti anak-anak muda semakin banyak belajar dan bisa menampilkan diri pada keberagaman,” ucap Sinarto.

“Ini adalah tempat pembelajaran kehidupan yang sangat luar biasa, dan harus ditanamkan untuk memahami tatanan nilai yang baik. Semoga kegiatan ini menhadi tempat belajar bersama bagi kita sekuat untuk terhindar dari cerai-berai karena intoleransi,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Create Moments Pameran Seni dan Budaya untuk Toleransi ini juga digelar serentak di tiga kota yakni Surabaya, Bandung, dan Makasar, dengan tema yang berbeda-beda.

Serta berkolaborasi dengan USAID, Perkumpulan Pamflet Generasi, Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR), Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFOS), Rombak Media, dan Center fo Marginalized Cummunities Studies (CMARs). (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.