Cegah Penyebaran Corona, Pemkot Kediri Lakukan Hal Ini

Yovie Wicaksono - 3 April 2020
Pengecekan Keperluan Ruang Observasi di Kota Kediri, Kamis (2/4/2020). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR,Kediri – Pemerintah Kota Kediri menyiapkan gedung kampus I Politeknik sebagai ruang observasi bagi pekerja migran dari epicentrum corona (Covid-19). Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan,  total ada 8 ruangan dengan kapasitas kurang lebih 50 tempat tidur yang disiapkan.  15 kamar mandi dan fasilitas tempat cuci tangan juga disiapkan di ruang observasi ini.

“Pekerja migran atau warga yang datang ke Kota Kediri akan di karantina selama 14 hari di ruang observasi. Kalau sehat boleh kembali ke masyarakat kalau ada gejala langsung dikirim ke rumah sakit. Jadi kita akan ambil tindakan tegas bagi masyarakat Kota Kediri yang datang kesini. Kita akan cek dulu disini,” ujarnya, Kamis (2/4/2020).

Selain ruang observasi, Pemerintah Kota Kediri juga mempersiapkan ruang isolasi di RSUD Gambiran I  di jalan KH Wachid Hasyim Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto. Dinas Kesehatan telah menyiapkan fasilitas 100 tempat tidur, yang nantinya siap untuk ditempati.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, RSUD Gambiran I ini akan digunakan untuk isolasi bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan gejala ringan. Sedangkan untuk ODP dengan gejala berat dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ditempatkan di RSUD Gambiran II.

“Karena di RSUD Gambiran II alatnya lebih lengkap. Untuk fasilitas yang ada di RSUD Gambiran I hanya ada IGD dan ruang perawatan,” terangnya.

Untuk memenuhi segala kebutuhan di RSUD Gambiran I,  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri Sunyata mengatakan ada perbaikan di 18 ruangan  Irna Melati dan 40 ruangan Graha Wijaya Kusuma.

Sekedar informasi, dari data infocovid19.jatimprov.go.id per 2 April 2020 ada 166 ODP, 11 PDP dan 2 positif corona di Kota Kediri. Sedangkan jumlah kasus positif corona di Jawa Timur saat ini mencapai 103 orang.  536 pasien dalam pengawasan atau PDP dan 7.328 orang dalam pemantauan atau ODP. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.