BPOM Jatim Temukan Takjil Mengandung Boraks

Yovie Wicaksono - 22 May 2019
Uji test kandungan zat berbahaya pada makanan takjil di kawasan Lingkar Taman Sekartaji, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Unit pelaksana teknis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Timur, temukan kandungan zat berbahaya pada makanan  yang dijual pedagang takjil di kawasan Lingkar Taman Sekartaji, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dari 18 sampel makanan yang dilakukan uji test langsung ditempat, dua diantaranya diketahui mengandung zat boraks . Zat boraks tersebut ditemukan pada sampel makanan kerupuk yang dijual oleh oknum  pedagang.

“Dari 18 sampel makanan, kita uji formalin, rhodamin B, boraks, sama metanil. Dua sampel dadi kerupuk positif mengandung borak” ujar Kepala BPOM Provinsi Jawa Timur Loka Pom Kabupaten Kediri, Joni Tri Setiyawan, Selasa (21/5/2019) petang.

Menurut Joni, makanan yang mengandung zat boraks jika dikonsumsi secara terus menerus sangat tidak baik untuk kesehatan dan berpotensi terjadi  penyakit kanker dan tumor.

“Kalau pemakaian lama secara akumulasi bisa menyebabkan kanker dan tumor,” ujarnya.

Sidak takjil tersebut sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada 10 Mei 2019 lalu hal yang sama juga pernah  dilakukan di lokasi di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, Kota Kediri.

Saat itu petugas mengambil 20 sampel, tiga diantaranya dinyatakan  positif mengandung zat berbahaya, yakni rhodamin B pada agar-agar dan arum manis. Sementara satu lainnya pada kue lapis terdapat kandungan boraks.

Atas temuan itu, pihak BPOM Provinsi Jawa Timur  beserta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri telah melakukan pembinaan kepada pedagang takjil, melalui koordinatornya di lapangan. Oknum pedagang  diimbau untuk tidak menjual makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

“Karena ini kita masih pembinaan, kita kasih tahu ke penjualannya ini kebetulan ada koordinator di lapangan. Kita kasih tau, kasih   sosialisasi agar tidak menggunakan bahan tambahan makanan yang dilarang,” tandasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.