Baktiono Terima Aduan Warga Kapas Lor Terkait Persoalan Infrastruktur

Yovie Wicaksono - 17 October 2021
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono saat Reses di Kapas Lor, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Sabtu (16/10/2021). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono menerima berbagai aduan dari masyarakat Kapas Lor, Kecamatan Tambaksari, Surabaya dalam kegiatan jaring aspirasi masyarakat pada Sabtu (16/10/2021) malam. Adapun salah satu aduan tersebut adalah mengenai pembangunan infrastruktur di wilayah setempat.

Bayu Febry Ardhana, salah satu warga RT 5 RW 6 Kapas Lor mengaku bahwa di lingkungan tempatnya tinggal selalu kebanjiran tiap kali musim hujan.

“Disini sedang ada pembangunan paving, tapi saya tanya Pak RT informasinya gang tempat saya tinggal itu dilewati. Memang sudah ada paving, tapi posisi paving lainnya itu lebih tinggi dari yang ditempat saya, jadi tiap hujan gang saya ini selalu banjir, bahkan sampai masuk ke dalam rumah bisa setinggi mata kaki. Kalau dijalan gang banjirnya lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, Bayu meminta kepada Baktiono agar di tempatnya tinggal diadakan peninggian paving, agar tidak terjadi banjir berulang, mengingat sebentar lagi juga akan memasuki musim penghujan.

Sementara itu, Gunawan dari RT 4 RW 6 Kapas Lor mengeluhkan pembangunan paving ditempatnya yang tak kunjung rampung. Padahal prosesnya sudah mencapai 99 persen.

“Ditempat saya ada pembangunan paving, sudah 99 persen dan hanya tinggal 1 persen saja karena ada bongkaran gragal paving yang sampai sekarang belum juga diselesaikan,” katanya.

Mendengar aduan tersebut, Baktiono menegaskan bahwa pihaknya akan menampung dan menindaklanjuti apasaja yang menjadi keluhan dan masukan warga setempat.

Ia mengatakan, pada akhir tahun 2021 ini ada sedikit kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang akan di prioritaskan untuk pembangunan infrastruktur di masyarakat.

“Ini untuk pembangunan skala kecil seperti paving, selokan. Kalau pembangunan dalam skala besar seperti box culvert yang besar masih belum bisa karena hampir dua tahun ini ada refokusing anggaran di Komisi C untuk penanggulangan Covid-19,” tandasnya.

“Apa yang dikeluhkan masyarakat tadi (terkait infrastruktur) juga masih bisa, karena skalanya kecil,” imbuhnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.