Agatha Minta Pemerintah dan Masyarakat Tetap Waspadai Penyebaran Covid-19

Yovie Wicaksono - 23 August 2021
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jatim, Agatha Retnosari meminta pemerintah dan masyarakat tetap berhati-hati dan waspada akan penyebaran Covid-19, meskipun Kota Surabaya telah memasuki zona orange pada Rabu (11/8/2021) yang kemudian disusul oleh kota/kabupaten lainnya.

Adanya beberapa penyesuaian dan pelonggaran, diharapkan tidak menyebabkan adanya lonjakan mobilitas masyarakat yang dapat memicu timbulnya kasus baru. Menurut Agatha, hal ini menjadi penting agar ekonomi rakyat khususnya ekonomi rakyat kecil masih bisa terus bergerak.

Untuk itu Agatha meminta semua pihak mau tidak mau harus terus taat disiplin protokol kesehatan, terutama pemakaian masker, mencuci tangan atau mengenakan handsanitizer, serta jaga jarak.

“Selama ini kasus bisa berhasil ditekan saat mobilitas manusia ditekan. Nah, sekarang harus naik kelas, bagaimana caranya mobilitas manusia diperlonggar pelan-pelan tapi timbulan kasus baru juga bisa ditekan?” ujarnya, Senin (23/8/2021).

“Maka, selain terus menggencarkan vaksinasi, harus dibarengi dengan penegakan disiplin masker double dipakai dengan benar. Sambil memantau timbulan kasus baru. Semoga herd immunity bisa segera dicapai. Dan kita bisa keluar dari krisis pendemi bersama,” sambung politisi PDI Perjuangan ini.

Selain itu, Agatha juga meminta para pedagang memiliki kesadaran diri untuk terus menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas, utamanya saat di pasar atau pusat keramaian agar tak ada lagi penyebaran Covid-19 yang dapat membuat pendapatan mereka turun lantaran adanya pembatasan mobilitas.

“Mari kita benahi di hulunya. Rajin pakai masker dengan benar dan disiplin agar kita semua tetap bisa mengais rejeki bersama,” imbaunya.

Di sisi lain, Agatha mengapresiasi pemerintah kota maupun kabupaten yang tanggap dan siap dengan skenario terburuk jika terjadi lonjakan kasus dengan menambah rumah sakit darurat serta tempat isolasi terpadu (isoter) untuk pasien Covid-19.

“Meski kasus sudah melandai pemerintah tetap siaga dan waspada agar mampu menghadapi lonjakan kasus. Dan akan lebih baik jika lonjakan kasus bisa diantisipasi dengan perbanyak vaksin dan khususnya disiplin masker terutama di semua ruang publik dan pusat keramaian masyarakat,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.