48 Keris Dipamerkan dalam Festival Sunan 2019

Yovie Wicaksono - 30 December 2019
Ketua Bidang Organisasi Pataka Surabaya, Budi Utomo mengedukasi para pengunjung terkait keris dalam Festival Sunan 2019. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Sebanyak 48 keris koleksi dari Paguyuban Pelestari Tosan Aji dan Pusaka (Pataka) Surabaya di pamerkan dalam Festival Sunan 2019 yang digelar di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, pada 28 – 30 Desember 2019.

Ketua Bidang Organisasi Pataka Surabaya, Budi Utomo mengatakan, pihaknya turut serta dalam pameran tersebut dalam rangka penguatan budaya nusantara dari para leluhur yang berupa pusaka keris.

Pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa keris jauh dari kata mistis, syirik maupun bid’ah. Melainkan simbol dari ilmu pengetahuan, yang dibuat oleh para leluhur nusantara dengan perpaduan ilmu, daya cipta, rasa dan karsa.

“Bahkan Allah sendiripun menamai surah didalam Alquran yakni Al-Hadid yang artinya besi. Dimana dalam ayat 25 dikatakan ‘Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat’. Keris ini jauh dari kata mistis, syirik, maupun bid’ah,” ujarnya, Minggu (29/12/2019).

Budi mengatakan, diantara sekian banyak koleksi yang dipamerkan, keris Naga Sasra menjadi koleksi paling unik berdasarkan ceritanya.

“Salah satu yang paling unik berdasarkan ceritanya, yaitu keris Naga Sasra dimana dulu di era 70-80 yang pernah membaca buku berjudul Naga Sasra dan Sabuk Inten, nah ini kerisnya. Ini yang dulu sempat tenar di era nya,” ujarnya.

Menurut literasi yang ditampilkan, kata Naga merupakan ular raksasa yang menyimbolkan seorang pemimpin atau Raja yang berwibawa dan memberikan pengayoman, sementara Sasra atau Sisik Sewu merupakan lambang yang menyatukan berbagai perbedaan yang ada dalam masyarakat.

Berbagai perbedaan tersebut dipadukan dalam simbol keris yang bermakna tunggal atau manunggal. Sedangkan kidang kencana atau kijang mas pada kinatah dibagian pangkal keris tersebut melambangkan kemakmuran.

Sedangkan dari segi zaman, dipamerkan pula keris di era Kabudhan dan Hindu. Keris berbentuk lurus sebagai ageman pertahanan diri atau senjata yang kemudian berubah fungsi secara filosofi dan simbolis yang serat makna tersebut menjadi koleksi keris paling tua yang dihadirkan.

Sekedar informasi, selain menghadirkan pameran keris, Festival Sunan 2019 juga menghadirkan pameran lukisan, sarasehan, musikalisasi puisi, diskusi sastra dan seni rupa, pertunjukan wayang wolak walik, pertunjukan teater dan musik, serta orasi budaya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.