Wiranto Sebut KTT CTF, Forum Komunikasi Jangka Panjang Perangi Terorisme

Petrus - 23 November 2017
Menko Polhukam Wiranto bersama Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi dan Menteri Hukum Australia Hon Michael Keenan pada acara KTT CTF ke-3 di Kuala Lumpur, Malaysia (foto : Istimewa)

SR, Kuala Lumpur – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menghadiri acara 3rd Counter Terrorism Financing (CTF) Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (22/11/2017). Wiranto menegaskan bahwa Indonesia bersama dengan negara-negara lain seperti Australia dan Malaysia, memiliki pemikiran yang sama untuk mendukung dan membentuk forum ini dalam memerangi terorisme.

“Indonesia sangat puas dengan hasil KTT CTF ke tiga ini. Forum yang kita lakukan di Kuala Lumpur ini akan menjadi komunikasi jangka panjang dalam hal memerangi terorisme,” ujar Menko Polhukam Wiranto.

Wiranto mengatakan, Indonesia juga melakukan upaya nyata dengan membuat infrastruktur dan mekanisme keuangan, agar memenuhi standar kepatuhan internasional dalam melawan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris. Dijelaskan, bahwa saat ini pemerintah Indonesia baru saja selesai menjalani Mutual Evaluation Review (MER) oleh Grup Asia Pasifik (APG).

“Kami hanya berharap usaha yang kami lakukan akan memuaskan tim asesor,” kata Wiranto.

Ia menyadari, mendekati akhir 2017, ancaman global gelombang terosime masih terus dirasakan. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya tindakan kekerasan yang menimbulkan korban ribuan orang tak bersalah di seluruh dunia, dengan mengatasnamakan kebencian rasial atau intoleransi agama.

“Ironisnya, jika tidak mau disebut tragis, meskipun gelombang terorisme itu dimotivasi oleh ideologi kuno, namun penerapannya sebagian besar difasilitasi oleh penggunaan persenjataan modern dan teknologi informasi yang canggih, termasuk pembiayaan elektronik dan sarana pertukaran financial virtual,” kata Wiranto.

Menurutnya, mencari, melacak dan menghancurkan pembiayaan teroris sangat rumit untuk dipecahkan. Sehingga tidak mungkin satu negara bisa melakukannya sendiri.

“Oleh karena itu, bukan sebuah kebetulan jika perwakilan atau delegasi dari 35 negara dan tujuh organisasi internasional berkumpul di sini, hari ini di Kuala Lumpur, untuk menemukan dan menguraikan lebih jauh cara-cara yang lebih baik dan efektif, untuk menangani pendanaan terorisme,” lanjut Wiranto.

Menko Polhukam menambahkan, KTT CTF merupakan contoh yang baik dari kerja sama yang sukses di tingkat regional, dalam upaya bersama untuk mengurangi bahkan mencegah pendanaan teroris sepenuhnya.

Dengan demikian, KTT CTF sekarang menjadi forum dimana para ahli dari berbagai latar belakang, baik pembuat kebijakan, penegak hukum, entitas keuangan, maupun akademisi, dapat berkumpul untuk mendiskusikan dan merumuskan berbagai cara, dalam mengoptimalkan usaha memerangi terorisme di Asia Tenggara dan Pasifik Selatan.

“Para pendahulu kita pernah menasehati kita bahwa cara terbaik untuk mengatasi kejahatan, yaitu melalui kerja sama dan kolaborasi. Dan saya yakin bahwa KTT CTF ini akan menjadi forum terbaik dan paling tepat untuk mengintegrasikan dan mensinergikan upaya bersama kita dalam menghentikan pendanaan teror di Asia Tenggara pada khususnya, dan di seluruh wilayah Asia Pasifik pada umum,” kata Wiranto.

“Wajar saja, kita semua berharap agar KTT CTF ini tidak hanya menjadi latihan rutin, tapi ke depan juga bisa menghadapi tantangan yang timbul dari upaya melawan pendanaan terorisme itu sendiri. Saya hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuk kita semua,” tambahnya.(ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.