Waspadai Kebakaran Meski Musim Hujan

Petrus - 24 January 2017
Simulasi pemadaman api oleh petugas pemadam kebakaran di halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya mengajak masyarakat mewaspadai potensi kebakaran yang dapat terjadi pada awal tahun 2017, meskipun saat ini sedang memasuki musim hujan. Hal ini tidak lepas dari masih adanya kejadian kebakaran yang terjadi di bulan Januari 2017 di Surabaya.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Chandra Maria Oratmangun, peristiwa kebakaran dapat terjadi kapan saja meski saat ini musim hujan. Hal ini disebabkan faktor kelalaian manusia, seperti hubungan arus pendek listrik atau korsleting listrik.

“Musim hujan bukan berarti tidak ada kejadian kebakaran. Selama Januari ini sudah ada 17 kali kejadian kebakaran,” kata Chandra Maria Oratmangun, di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Selasa (24/1/2017).

Penanganan kebakaran seringkali terkendala oleh banyaknya warga, yang berkerumun untuk melihat peristiwa kebakaran. Selain itu keberadaan gapura dan portal di bibir jalan seringkali menghambat dan memperlambat gerak mobil pemadam kebakaran, terutama di lokasi padat penduduk atau kampung dengan jalan yang kecil.

“Kebakaran jangan jadi tontonan. Dan yang jelas, ketika terjadi kebakaran di lokasi padat penduduk, kami melakukan blocking agar tidak merambat ke lokasi sekitar,” ujar Bambang Vistadi, Kabid Pembinaan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya

Chandra mengatakan, upaya edukasi terus dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran, agar masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan kebakaran. Upaya pencegahan itu dirasakan cukup berhasil, dengan penurunan angka kejadian kebakaran di Surabaya dalam dua tahun terakhir.

“Kami harap masyarakat bisa semakin sinergi dengan petugas bila terjadi kebakaran. Masyarakat bisa menghubungi 112 atau ke (031) 353 3843 dan 353 3844, sambungan gratis,” imbau Chandra Oratmangun.

Dalam menjalankan tugasnya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya berusaha menerapkan standar pelayanan terbaik, dengan respon cepat terhadap setiap laporan adanya kebakaran. Sesuai standar nasional, respon harus tidak lebih dari 15 menit sejak laporan diterima hingga sampai lokasi.

“Di tahun 2015, 99 persen tercapai di bawah 15 menit. Bahkan, di tahun 2016, respons time sudah 100 persen tercapai di bawah 10 menit,” ujar Chandra.

Respon cepat ini, lanjut Chandra, tidak lepas dari tersedianya pos pemadam kebakaran di wilayah Surabaya, yaitu 5 UPTD, 15 pos pembantu, dan 1 pos tambahan yang didirikan di kawasan Balai Pemuda. Untuk mendapatkan air, Dinas Pemadam kebakaran memanfaatkan sumur kebakaran sebanyak 300 sumur aktif, dan juga mengoptimalkan sungai yang ada. Diharapkan respon cepat ini dapat ditingkatkan dengan menambah jumlah mobil pemadam kebakaran yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya.

“Kami kini memiliki 55 mobil pemadam kebakaran. Jumlah idealnya ada 72 mobil, tapi rencana nya itu akan tercapai di tahun 2021,” imbuh Bambang Vistadi.

Data yang dihimpun Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya menyebutkan, selama tahun 2016 tercatat ada 300 kejadian kebakaran di Surabaya. Jumlah ini lebih kecil dari tahun 2015 yaitu sebanyak 608 kejadian kebakaran, atau turun 50 persen.

“Selama ini kami gencar melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Srikandi Pemadam Kebakaran juga rajin turun ke pasar dan permukiman padat penduduk untuk membagikan brosur pencegahan kebakaran,” jelas Chandra Oratmangun.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.