Waspadai Game Kekerasan Pada Gawai Anak

Petrus - 4 February 2018
Ilustrasi. Pelaku kejahatan dari anak dibawah umur diamankan Polres Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Prihatin dengan kasus kenakalan remaja yang akhir-akhir ini marak terjadi, seperti kejadian terakhir yakni pemukulan guru oleh muridnya sendiri, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawangsa menyebut prilaku kenakalan remaja tidak lepas dari gencarnya kemajuan teknologi saat ini. Salah satu teknologi yang membawa dampak atau pengaruh negatif adalah berkembangnya metode permaian atau game yang mengajarkan generasi muda melakukan kekerasan.

“Sebetulnya harus merunut dari hulunya. Sangat mungkin ini dipengaruhi oleh Game,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Prawansa, saat berkunjung ke kabupaten Kediri, Minggu (4/2/2018).

Salah satu aplikasi game yang dimaksud adalah ‘Pukul Gurumu’. Dalam aplikasi tersebut, pemaian dianjurkan terus melakukan pemukulan kepada  guru yang menjadi obyek pelampiasan dalam permainan tersebut sampai meninggal, apabila mengalami tekanan piskologi atau stress.

Game seperti itu harus menjadi catatan dan kewaspadaan kita bersama,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial ini kemudian menyampaikan kepada Menteri Komunikasi dan informatika agar secepatnya mengidentifikasi aplikasi yang dimaksud, dan segera dilakukan pemblokiran. Keberadaan permainan atau game tersebut dikhawatirkan dapat merusak sikap dan perilaku anak-anak dan generasi muda.

“Saya langsung menyampaikan kepada Pak Menkominfo, supaya ada identifikasi tertentu yang bisa dilakukan dan kemudian memblokir game itu,” tandasnya.(rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.