Warga Surabaya Donorkan Darah untuk Pasien Korban Ledakan Bom

Petrus - 16 May 2018
Sejumlah warga sipil dan militer mendonorkan darahnya untuk korban ledakan bom dan untuk memenuhi persediaan kebutuhan darah di PMI Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Aksi teror bom bunuh diri di sejumlah gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) yang lalu, memunculkan semangat solidaritas tinggi dari warga Kota Surabaya dan sekitarnya. Mereka berbondong-bondong mendatangi kantor Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya, di Jalan Embong Ploso Surabaya, untuk mendonorkan darahnya.

Hal ini karena banyaknya korban masyarakat yang harus dilarikan ke rumah sakit, sedikitnya 43 orang yang harus menjalani perawatan, dan membutuhkan transfusi darah. Selain teror bom di tiga gereja di Surabaya, juga terjadi ledakan bom premature di rusunawa Wonocolo di Sidoarjo pada Minggu malam, serta penyerangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya pada Senin (14/5/2018) pagi.

Kepala Seksi Humas dan Rekruitmen, Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya, Triksi Hendria menjelaskan, jumlah pendonor darah mengalami peningkatan hingga 600 orang pada hari Minggu, melebihi jumlah rata-rata pendonor darah hari biasa.

“Setelah mendengar adanya ledakan itu, dan banyak sekali korban ledakan yang memang membutuhkan darah, sehingga masyarakat dengan sendirinya tanpa disuruh atau diminta, mereka berniat untuk berpartisipasi dalam rangka peduli untuk korban ledakan tersebut,” kata Triksi Hendria.

“Jadi kita dari pagi, siang dan malam di hari Minggu khususnya kemarin, memang melebihi dari biasanya. Biasanya sih yang donor kalau rata-rata per-harinya sekitar 400, nah di harai Minggu kemarin meningkat sampai 600 pendonor,” imbuhnya.

Aksi donor darah juga masih terlihat pada Senin hingga Selasa, meski tidak sebanyak pada hari Minggu. Salah satunya dilakukan oleh Purnomo, warga Manukan Surabaya yang sengaja datang dari rumahnya untuk mendonorkan darahnya sebagai bentuk solidaritas pada korban ledakan bom. Sebelumnya, Purnomo juga mendengar ada anak dari temannya yang turut menjadi korban, sehingga ia mendatangi kantor PMI Surabaya.

“Saya dapat info kemarin malamnya, kebetulan salah satu korban kan anaknya teman saya, dan butuh banyak darah di PMI, makanya saya pagi ini kesini, barangkali bisa membantu. Semoga bisa membantu dan tidak kekurangan darahnya,” kata Purnomo.

Sejumlah aggota TNI juga terlihat di kantor PMI Surabaya untuk mendonorkan darahnya. Mayor Erwanto, dari Pomdam V Brawijaya mengatakan, selain sebagai bentuk solidaritas terhadap tragedi kemanusiaan ini, aksi donor darah oleh sekitar 100 anggota Pomdam V Brawijaya juga dilakukan dalam rangka memperingati ulang tahun satuannya.

“Berkaitan adanya accident kemarin, bilamana dari satuan juga mungkin dibutuhkan (darahnya), untuk jajaran kami mungkin dalam membantu masyarakat. Misinya dalam rangka HUT Polisi Militer, terkait juga untuk kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan kejadian kemarin (ledakan bom),” terang Mayot Erwanto.

Triksi memastikan stok darah di PMI Surabaya masih cukup banyak, dan siap memenuhi kebutuhan pasien  bila sewaktu-waktu transfusi membutuhkan darah.

“Untuk kebutuhan darah dari permintaan pasien, dari korban ledakan semuanya kami cukupi, sudah tercukupi dan terpenuhi semuanya. Kalaupun nantinya masih ada yang membutuhkan, dari pasien yang membutuhkan permintaan darah, kita bisa mencukupi karena stok darah kita dalam kondisi aman dan cukup banyak,” tandas Triksi.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.