Warga Miskin Masih Banyak, Gubernur Jawa Timur Janjikan Percepatan Pengentasan

Petrus - 22 April 2017
Gubernur Jawa Timur didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan di Jawa Timur, di Surabaya (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, untuk menekan angka kemiskinan seoptimal mungkin dala kurun waktu dua tahun kedepan.

Masih tingginya angka kemiskinan di Jawa Timur, menjadi pekerjaan rumah yang masih harus terus dilakukan penanganan secara serius. Dari total 39 juta jiwa jumlah penduduk Jawa Timur, 4.638.530 jiwa adalah penduduk miskin. Angka itu turun 0,20 poin, dari 12,05 persen pada Maret 2016 menjadi 11,85 persen pada September 2016.

“Dari segi nasional, tanggung jawab Jatim tinggal menurunkan kemiskinan lebih progresif lagi karena masih 11,85 persen. Namun angka tersebut masih di atas kemiskinan nasional 10,70 persen. Nah target yang terus kita kejar hingga berada di bawah angka kemiskinan nasional,” kata kata Soekarwo, ditemui usai Rapat Koordinasi tentang Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan, di Kantor Gubernur Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (21/4/2017).

Soekarwo menginstruksikan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, untuk melakukan pemetaan secara rinci, mengenai penyebab utama masih tingginya angka kemiskinan. Melalui pemetaan tersebut, nantinya akan dianalisis lebih dalam terkait penyusunan program dengan melibatkan seluruh SKPD terkait.

“Tiga bidang yang menjadi sorotan adalah pendidikan, kesehatan dan tenaga kerj,” ujar Soekarwo.

Gubernur Soekarwo juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, mengusulkan konsep melalui surat kepada Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, untuk membuat dana desa lebih specific grand, bukan block grand, sehingga penggunaan anggaran dapat lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Agus Wahyudi mengungkapkan, akan segera melakukan kajian dan pemetaan menyeluruh terkait data kemiskinan. Diharapkan dengan adanya detil data by name by address, akan memudahkan penanganan dan penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur.

“Nantinya akan diketahui penyebab kemiskinan dan kebutuhan bantuan masing-masing keluarga. SKPD terkait juga sudah siap membantu, misalnya Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim membantu pola sanitasi, atau Dinas Kesehatan Jatim memastikan pemenuhan gizi dari keluarga miskin,” ungkap Agus Wahyudi.

Agus menambahkan, gerakan percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan juga dilakukan melalui program Jalan Lain Menuju Masyarakat Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra). Jalin Matra memiliki tiga kegiatan unggulan, yaitu program Jalin Matra bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) dengan sasaran kepala rumah tangga perempuan, serta program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2).(Ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.