Warga Kediri Ingin Makam Tan Malaka Tidak Dipindah

Petrus - 22 January 2017
GPN Kediri Raya melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Tan Malaka, mereka ingin makam pahlawan nasional itu tetap ada di Kediri dan tidak dipindahkan ke Sumatera Barat (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah pemuda mendatangi tempat pemakaman umum di Desa Selo Panggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Sabtu (21/1/2017). Kedatangan kelompok muda-mudi yang menamakan diri Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kediri Raya, ingin melakukan tabur bunga dan ziarah ke makam Ibrahim Datuk Tan Malaka yang kuburannya berada di pemakaman umum itu.

Selain berdoa dan tabur bunga di pusara Pahlawan Nasional asal Sumatera Barat ini, GPN Kediri Raya menyuarakan sikapnya yang menolak rencana pemindahan jasad Tan Malaka dari Kediri ke Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

“Sekalipun Tan Malaka betul lahir di Sumatera Barat, akan tetapi kami masyarakat Kabupaten Kediri merasa bangga memiliki Pahlawan ini, karena merupakan aset kita bersama,” kata Fery Achmad, Ketua GPN Kediri Raya.

Usai tabur bunga dan membacakan pernyataan sikap GPN Kediri Raya, muda-mudi ini kemudian membubarkan diri. Aksi ini mendapat pengamanan dari aparat keamanan baik Polri maupun TNI.

Menanggapi aksi GPN Kediri Raya, Kepala Dinas Soial Kabupaten Kediri, Sugeng Waluyo mengatakan, bahwa aksi itu merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap Tan Malaka. Ini diwujudkan melalui pembuatan jalan setapak dariatas bukit menuju area makam Tan Malaka.

“Ini menandakan bahwa masyarakat setempat lebih berharap jika jenazah Tan Malaka tetap dipertahankan di tempat pemakaman umum Desa Selo Panggung,” kata Sugeng Waluyo.

Sugeng menambahkan, pembuatan jalan setapak menuju makam Tan Malaka mendapat apresiasi Direktorat Kepahlawanan Keperintisan Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial, Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Rencananya Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menginginkan jenasah Pahlawan Nasional Tan Malaka dipindahkan ke tempat kelahirannya di Desa Pandan Gadang, Kecamatan Suliki Gunung Mas. Rencananya pemindahan jasad Tan Malaka akan dilakukan antara pertengahan Januari hingga Februari.

Bahkan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota beberapa kali datang mengunjungi makam Tan Malaka bersama kerabat Tan Malaka. Pemindahan akan dilakukan dengan kirab jenasah melewati lokasi-lokasi yang pernah disinggahi Pahlawan Nasional Tan Malaka.

Namun keinginan itu nampaknya bakal menemui kendala karena Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial, belum menerima surat izin pemindahan jasad Ibrahim Datuk Tan Malaka dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Saya kok belum tahu, belum terima Informasi. Kalau pemindahan itu tentunya harus pakai prosedur,” ujar Sugeng.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.