Walikota Kediri Minta Pelaku Transportasi Konvensional dan On Line Saling Bersinergi

Petrus - 13 October 2017
Sejumlah pengemudi becak berunjuk rasa menolak transportasi on line di kantor Pemkot Kediri (foto : Superradio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Pemerintah Kota Kediri hingga kini masih terus mencari solusi penyelesaian polemik antara penyedia jasa transportasi konvensional dengan transportasi berbasis on line. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, menghimbau kepada semua pihak untuk dapat saling bersinergi satu sama lain.

“Ya, kami sedang mencari jalan keluar. Gojek itu masyarakat juga, disatu sisi mereka harus mendaftar dan mencari pekerjaan, jadi kita harus memberikan kesempatan yang sama untuk bekerja di Kota Kediri. Itu kan juga diatur oleh Pusat,” kata Abdullah Abu Bakar.

Abdullah Abu Bakar mengatakan, dirinya tidak setuju jika nantinya dirinya menerima laporan adanya aksi kekerasan dan perundungan dari kedua belah pihak, akibat polemik transportasi konvensional dengan transportasi berbasis on line.

“Kami menghimbau supaya mereka bisa saling bersinergi, jangan ada kekerasan atau bully satu sama lain,” tandasnya.

Beberapa hari sebelumnya, ratusan orang yang berprofesi sebagai tukang becak berunjuk rasa dengan mendatangi Gedung DPRD Kota Kediri dan Balai Kota Kediri. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut transportasi on line yang ada di Kediri segera dibubarkan. Tidak hanya pengeudi becak, pengemudi ojek konvensional juga ikut dalam aksi itu.(fl/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.