Wali Kota Surabaya Sosialisasikan Aplikasi Pelaporan Warga

Petrus - 23 May 2018
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forum Pimpinan Daerah memberikan sosialisasi aplikasi pelaporan warga kepada para Ketua RT dan RW (foto : Humas Pemkot Surabaya)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan pengarahan kepada para Ketua RT/RW se-Kecamatan Tegalsari, di Graha Sawunggaling, Selasa (22/5/2018). Hadir juga jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya.

Wali Kota mengumpulkan para Ketua RT/RW ini untuk mensosialisasikan aplikasi terkait mekanisme pelayanan pindah datang dan pindah keluar penduduk, serta pendataan penduduk non-permanen di Kota Surabaya. Ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut antisipasi terorisme di Kota Surabaya, pasca peledakan bom di tiga gereja, seminggu yang lalu.

“Nama aplikasinya Sipandu (Sistem informasi Pantauan Penduduk) dan bisa didownload di app store,” kata Rism, usai mendengarkan paparan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya.

Aplikasi ini kata Risma, berfungsi untuk meningkatkan interaksi para ketua RT/RW agar mengetahui kehidupan warganya, dan mendeteksi secara dini perilaku atau tindakan yang menyimpang dari ajaran agama dan norma sosial bangsa Indonesia.

“Mari kita bergandengan tangan serta mempererat tali persaudaraan, untuk bekerjasama antar masyarakat,” ujar Risma.

Risma mengatakan, para Ketua RT/RW nantinya akan menerima username dan password satu per satu dari kelurahan. Aplikasi tersebut memuat beberapa pertanyaan seputar keluarga yang sedang pergi lama, tinggal tidak tetap, maupun pendataan penduduk bukan Surabaya.

Apabila telah mengisi semua pertanyaan, masukkan NIK dan alamat lalu menjelaskan kemana perginya keluarga tersebut. Dilanjutkan memasukkan salah satu data pribadi keluarga seperti SIM, KK, KTP lalu klik simpan.

“Nanti staf saya akan turun ke lapangan, dan akan dijelaskan secara lebih rinci dan detail,” kata Risma.

Tidak hanya kepada para Ketua RT/RW, Wali Kota juga memberlakukan hal serupa untuk pengurus rumah ibadah. Mereka akan diberi username dan password untuk memonitor aktivitas ceramah dan kelompok yang melakukan diskusi di rumah ibadah masing-masing. Hal ini penting dilakukan untuk mendeteksi dan mengantisipasi secara dini penyebaran paham radikalisme.

“Nanti tolong didata siapa korlapnya, tanggal, topik dari aktivitas tersebut lalu mengupload kegiatan tersebut dalam bentuk foto. Apabila ada aktivitas yang mencurigai langsung lapor ke pihak berwenang,” tutur Risma.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Rudi Setiawan mengatakan, pertemuan ini merupakan kesempatan untuk menyatukan persepsi dan bangkit menjaga Kota Surabaya menjadi aman dan terkendali secara bersama-sama.

“Melangkah bersama dalam melakukan pencegahan, serta aktif berinteraksi dan mengetahui detil kehidupan orang per orang, rumah per rumah di lingkungannya,” ujar Rudi.

Kapolrestabes Surabaya juga akan membentuk tim khusus, yang bertugas memantau kelompok-kelompok yang membahas paham radikal bersama seluruh jajaran.

“Jika para Ketua RT/RW menemukan hal serupa, jangan segan atau takut untuk melapor. Nanti kami yang akan bergerak,” kata Rudi.

Rudi meminta kepada para Ketua RT/RW untuk lebih peka, aktif dan mau bekerja sama dengan Pemkot, TNI dan Polres, dalam mencegah dan mendeteksi dini paham radikalisme yang dapat melakukan tindakan kurang baik dan memecah belah keutuhan bangsa.

“Yang bisa mendeteksi di lingkungan-lingkungan itu ya warga itu sendiri. Jadi, mulai sekarang tidak boleh ada warga yang tidak tahu, ini masalah bersama bukan hanya pemerintah dan jajaran kepolisian saja,” pungkasnya.(ptr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.